Perjalanan menulis Buku HOS Tjokroaminoto

Bapak ibu sekalian,  setelah bertahun-tahun bergelut dengan pencarian jejak Pak Tjokro, Hadji Oemar Said Tjokroaminoto, akhirnya utuhan tulisan sejarah dan pemikiran beliau terangkum dalam buku yang penulis beri judul JANG OETAMA: JEJAK HOS TJOKROAMINOTO. Insya Allah akan segera launching medio April 2015. cover buku jang oetamaPemicu utamanya adalah ketika penerbit Galang Press Jogja menghubungi dan meminta penulis untuk menerbitkan buku tentang Pak Tjokro medio Pebruari 2014. Ajakan ini penulis sambut dengan sangat antusias. Sejak Maret 2014 kemudian penulis mulai mengumpulkan secara lebih serius data-data sejarah berkenaan dengan Pak Tjokro serta yang berkaitan dengan hal tersebut (seperti biografi beliau, Sarekat Islam, Sejarah Pra Kemerdekaan, organisasi-organisasi lain di masa pergerakan, baik berbentuk koran-koran milik Pak Tjokro, koran-koran lama lainnya, majalah lama, buletin lama, artikel, buku, skripsi, tesis maupun disertasi).

Tidak cukup hanya bergumul dengan data sejarah, penulis seperti melakukan hal teknis seperti itu hanya memunculkan deretan tulisan tak bernyawa. Dan memang pada saat memulai Bab 1 penulis merasakan deretan huruf, kata, kalimat, dan paragraf di laptop terasa “kering”, ya terasa tulisan yang muncul di layar “nggak nyambung” dengan apa yang ingin penulis munculkan secara utuh, Pak Tjokro. Sehari, dua hari, seminggu, dua minggu sampai sebulan halaman tak bergerak dari halaman ketiga. Setelah merenung lama, penulis memutuskan berangkat ke tempat yang “dianggap” banyak tulisan sebagai tempat lahir dan masa kecil Pak Tjokro, Madiun. Penulis berangkat dari Malang tanggal 31 April 2014 sore hari, menginap di Madiun malam hari. Tanggal 1 Mei 2014 dimulailah penelusuran ke Desa Bakur, Madiun. Di sana penulis mendatangi Masjid Jamik Al Falah, pengelola TA/PAUD PSII Bakur sekitar 25 meter dari Masjid, dan ke belakang Masjid dengan diantar salah seorang penduduk, yang menurut cerita merupakan rumah Pak Tjokro di masa kecil. Antara yakin dan tidak yakin, dan penulis rasakan sampai detik ini tempat itu belum menunjukkan kepastian tempat Pak Tjokro pernah hidup di masa kecilnya. Sekalian basah, penulis mencoba menelusuri lebih lanjut ke Masjid Jami’ Tegalsari dan Pendopo Tegalsari, Ponorogo, tempat Kakek Buyut Pak Tjokro Kiai Bagoes Kesan Besari. Di tempat ini baru penulis merasakan suasana yang lumayan “bermakna”. Sepulang dari Ponorogo, perjalanan ke Malang, penulis menyempatkan ke Makam Bung Karno di Blitar.

Ruang menulis mulai terbentang, dan dengan itu pula muncul hal-hal teknis berkenaan dengan konfirmasi tanggal, tempat dan kejadian. Penulis merasa data tidak cukup. Dan keinginan untuk mendapat data lebih banyak, dilakukan penulis dengan membongkar buku-buku lama Pak Tjokro seperti Islam dan Sosialisme, Tarikh Agama Islam, dan Memeriksai Alam Kebenaran, dan banyak buku-buku, artikel, maupun lainnya.

Tak sabar dengan data-data yang kurang, penulis ke Perpustakaan Nasional Jakarta, sejak 20 hingga 22 Mei 2014 dalam rangka mencari bahan atau sumber asli, seperti koran Oetoesan Hindia, Bandera Islam, maupun Fadjar Asia, serta majalah Soeloeh Hoekoem, Matahari dan Mingguan Politik Masjarakat. Data makin banyak, tetapi penulis masih tetap tidak “sreg” dengan apa yang telah ditulis. Tulisan sampai akhir Mei sudah rampung sepertiga, tetapi begitu dibaca ulang, ternyata nggak “bunyi” alias tidak terstruktur, tidak memiliki tekanan-tekanan penting, plus main issue masih kabur. 1 Juni 2014 penulis memutuskan untuk ke makam Pak Tjokro, di Pekuncen, Jogjakarta. Selain itu penulis merasa jenuh dengan penulisan yang tidak selesai-selesai, ya dibuat refreshing aja selama lebih kurang tiga hari di Jogja. Tidak ke Peneleh Surabaya, karena penulis sudah pernah berkunjung ke sana berkali-kali sekitar 2007-2008.

Sepulang dari Jogjakarta, setelah melepas kepenatan perjalanan, dua hari kemudian penulis mulai lagi duduk di ruang kerja, ditemani buku-buku dan refleksi perjalanan Madiun, Ponorogo, Blitar, Jakarta, dan Jogjakarta, kata-kata seperti mengalir lancar, dan selama sekitar lebih kurang 25 (dua puluh lima hari), Awal Ramadhan 1435H/Akhir Juni 2014 selesailah buku Jang Oetama. Ya dari 3 bulan menulis, satu bulan terakhirlah tulisan buku Jang Oetama mewujud, dan menurut penulis memiliki nyawa yang utuh. Semoga demikian nanti apabila pembaca yang budiman membacanya. Insya Allah… Selamat membaca dan menelusuri relung terdalam dari klarifikasi sejarah atas perjalanan Pak Tjokro yang konsisten anti-Aristokrasi, dekat dengan kromo (wong cilik), anti-Liberalisme dan anti-Kolonialisme, melalui ideologi besarnya Sosialime ala Islam, bernuansa lokalitas, tetapi sangat Islam itu.

Selamat menikmati konsistensi Pak Tjokro yang tidak suka disebut Raden Mas, karena menyimbolkan kasta dan itu berseberangan dengan ruh Islam, maka beliau lebih suka menggunakan simbol Islam, di depan namanya, Hadji. Dengan itu pula Pak Tjokro sedang mengajari kita lebih menghormati persamaan kedudukan setiap manusia di hadapan Allah, dan bukannya menyombongkan dirinya yang memiliki trah bupati, kesultanan apalagi menyematkan diri sebagai keturunan kyai pondok pesantren. Apalagi bergaya sok Meng-Eropa, sok Barat, sok Modern, suka menjadi londo bulak. Tidak ada itu dalam kamus Pak Tjokro. Jadi? Selamat menjadi orang biasa, selamat meneruskan perjuangan yang katanya ismail raji al faruqi, pax islamica, bagian dari jaringan kesemestaan Islam sebagai seorang muslim yang baik, muslim pejuang kebenaran, penegak risalah kenabian Muhammad SAW. Amin…

Billahi fi sabilil haq.

Singosari, 9 Maret 2015.

4 thoughts on “Perjalanan menulis Buku HOS Tjokroaminoto

    • 2024: Hijrah Untuk Negeri, karya A. Dedi Mulawarman dapat anda peroleh dengan harga Rp. 150.000,- belum termasuk ongkir.

      Ongkos kirim P. Jawa Rp. 25.000,- dan Luar P. Jawa Rp. 35.000,- transfer via BTN Syariah Norek. 7062100510 a/n Yayasan Rumah Peneleh.

      Info/konfirmasi: 085655528189.

      Nikmati juga kemudahan berbelanja online via Bukalapak atau Tokopedia, klik pada tautan di bawah:

      Bukalapak:
      https://www.bukalapak.com/…/450xwn-jual-buku-2024…

      Tokopedia:
      https://www.tokopedia.com/…/2024-hijrah-untuk-negeri…

      Jual 2024 Hijrah Untuk Negeri:…
      BUKALAPAK.COM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s