SJARIKAT ISLAM PENDIRI MAJLIS OELAMA INDONESIA – MOI.

share dari facebook ahmad mansyur suryanegara…

Politik penulisan Sejarah Indonesia, masa Orla dn Orba, dgn deislamisasinya, menjadikan peran SJARIKAT ISLAM sbg pendiri pertama MAJLIS OELAMA INDONESIA РMOI, terlupakan dn ditiadakan. Apalagi dlm Diorama Monumen Nasional, SJARIKAT ISLAM ditiadakan di dlmnya. Padahal yg pertama mensosialisasikan istilah n a s i o n a l adalah SJARIKAT ISLAM. Dikenalkan sbg nama kongresnya, N A T I O N A L CONGRES CENTRAL SJARIKAT ISLAM РNATICO ( Juni 1916) di Bandung.

Pengruhnya Indische Partij (1912) yg didirikan di Bandung oleh DOUWES DEKKER SETIABOEDI berubah menjadi National Indische Partij (1919). Kemudian BUNG KARNO menantu Oemar Said Tjokroaminoto, sebelas tahun kemudian mendirikan di Bandung Perserikatan Nasional Indonesia (1927). Politik penulisan sejarah masa Orla, PNI dinilai sbg pelopor pertama pengguna istilah nasional. Ini jelas deislamisasi, meniadakan Islam.

Kondisi nasional sesudah Perang Dunia I (1914-1919), kalangan ulamanya terpropokasi oleh pem. Klonial Belanda, terjebak dgn masalah Furuiyah. Masalah tuntutan Indonesia Merdeka atau self government menjadi terbelokkan dlm adu kebenaran Fikiyah.

HADJI AGOES SALIM membangun kesadaran kesatuan kejuangan ulama dlm satu wahana MAJLIS OELAMA INDONESIA. Upajanya berhasil sbg keputusan KONGRES PARTAI SJARIKAT ISLAM di Kediri, 27-30 September 1928. Sebulan sebelum Kongres Pemuda Oktober 1928.

Penggunaan istilah INDONESIA, juga dipelopori pula oleh SJARIKAT ISLAM. Semula istilah ini dipopuler oleh Bastian dari Earl dan Logan, di kalangan sarjana Belanda. Saat itu Dr SOEKIMAN WIRJOSANDJOJO sbg pimpinan Indische Vereniging di Belanda diubahnya menjadi Perhimpunan Indonesia.
Sepulangnya ke tanah air,SJARIKAT ISLAM sdh berubah jadi PARTAI SJARIKAT ISLAM (1923) Dr SOEKIMANbergabung di dalamnya. Dr SOEKIMAN bergabung ke PARTAI SJARIKAT ISLAM dn diubahnya menjadi PARTAI SJARIKAT ISLAM INDONESIA.

Dari sinilah menurut AK Pringgodogdo dalam Sedjarah Pergerakan Rakjat Indonesia (1960) dinyatakan Kongres Sjarikat Islam di Kediri (1928) memutuskan didirikannya MADJELIS ULAMA INDONESIA – MUI. Jadi pada September1928 MAJLIS OELAMA pun sudah menggunakan pula istilah INDONESIA. Tapi dituliskan nya b u k a n oleh SJARIKAT ISLAM atau MAJLIS OELAMA INDONESIA. Melainkan oleh KONGREA PEMUDA Oktober 1928. Deislamisasi penulisan
Sejarah Indonesia.

Pada masa Orde Baru, DR KHEZ MUTTAQIEN menyusul mendirikan MUI di Bandung. Sedangkan pusatnya baru menyusul kemudian di Jakarta dipimpin oleh PROF DR HAMKA.
Penulisan sejarah MUI yg sekarang pun melupakan yg paling pertama pendiri MAJLIS OELAMA INDONESIA – MOI adalah HADJI AGOES SALIM dari SJARIKAT ISLAM pada 30 September 1928.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s