<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>In The Footstep of HOS. TJOKROAMINOTO</title>
	<atom:link href="http://tjokroaminoto.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tjokroaminoto.wordpress.com</link>
	<description>Setinggi-tinggi Ilmu, Semurni-murni Tauhid, Sepintar-pintar Siasat</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Jan 2012 03:25:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tjokroaminoto.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>In The Footstep of HOS. TJOKROAMINOTO</title>
		<link>http://tjokroaminoto.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tjokroaminoto.wordpress.com/osd.xml" title="In The Footstep of HOS. TJOKROAMINOTO" />
	<atom:link rel='hub' href='http://tjokroaminoto.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>TJOKROAMINOTO DAN PENDIDIKAN: Moeslim Nationaal Onderwijs</title>
		<link>http://tjokroaminoto.wordpress.com/2010/06/27/tjkroaminoto-dan-pendidikan-moeslim-nationaal-onderwijs/</link>
		<comments>http://tjokroaminoto.wordpress.com/2010/06/27/tjkroaminoto-dan-pendidikan-moeslim-nationaal-onderwijs/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jun 2010 00:53:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajidedim</dc:creator>
				<category><![CDATA[hos tjokroaminoto]]></category>
		<category><![CDATA[PSII]]></category>
		<category><![CDATA[sarekat islam]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tjokroaminoto.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Moeslim Nationaal Onderwijs Oleh: Dala Mukti “…………..Anak-anakku semuanya, kalau kamu sudah dapat pendidikan Islam dan kalau kamu sudah sama dewasa, ditakdirkan Allah SWT yang maha luhur, kamu dijadikan orang tani, tentu kamu bisa mengerjakan pertanian secara Islam; kalau kamu ditakdirkan menjadi saudagar, jadilah saudagar secara Islam; kalau kamu ditakdirkan menjadi prajurit, jadilah prajurit menurut Islam; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokroaminoto.wordpress.com&amp;blog=2558245&amp;post=43&amp;subd=tjokroaminoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Moeslim Nationaal Onderwijs</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Oleh: Dala Mukti</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><br />
</strong></p>
<p><em>“…………..Anak-anakku semuanya, kalau kamu sudah dapat pendidikan Islam dan kalau kamu sudah sama dewasa, ditakdirkan Allah SWT yang maha luhur, kamu dijadikan orang tani, tentu kamu bisa mengerjakan pertanian secara Islam; kalau kamu ditakdirkan menjadi saudagar, jadilah saudagar secara Islam; kalau kamu ditakdirkan menjadi prajurit, jadilah prajurit menurut Islam; dan kalau kamu ditakdirkan menjadi senopati, jadilah senopati secara perintah Islam. Hingga dunia diatur sesuai dengan azas-azas Islam…………………………..” Amanat Alm HOS Tjokroaminoto kepada murid murid sekolah Jogjakarta, 24 Agustus 1925</em></p>
<p>Dewasa ini Pendidikan Nasional telah menuai prestasi yang belum pernah dicapai oleh era sebelumnya, barangkali…….. Sekolah sekolah bertaraf internasional bermunculan di mana-mana, baik itu negeri maupun swasta. Walaupun banyak yang berkeluh kesah bahwa ini merupakan suatu program pengkastaan pendidikan, menjadikan pendidikan sebagai suatu komoditas, tak urung sekolah sekolah ini telah melahirkan lulusan yang memiliki kelebihan dari lulusan pada umumnya. Walaupun lulusan tersebut hanya segelintir saja dari seluruh prosentase lulusan di Indonesia, umumnya hanya kelompok yang yang memiliki kelebihan dari segi finansial karena seperti kita ketahui biaya untuk dapat memperoleh pendidikan di sekolah tersebut sangatlah besar. Namun demikian, satu dua masih ada sekolah yang memberikan penekanan pada prestasi murid, bukan pada kemampuan membayar uang sekolah, seperti misalnya Sekolah Bani Hasyim di Malang. Pula pencapaian prestasi murid-murid kita dalam Olympiade Internasional patut kita acungi jempol. Namun……. Satu hal yang membuat gamang penulis adalah prestasi prestasi tersebut lebih kepada hal-hal yang bersifat kognitif.</p>
<p>Balai Pendidikan dan Pengajaran Tjokroaminoto Pada sekitar tahun 1930an banyak berdiri Balai Pendidikan dan Pengajaran Tjokroaminoto. Sekolah ini didirikan oleh afdeling afdeling (cabang) Partai Syarikat Islam Indonesia. Tidak saja mengajarkan kepandaian akal namun juga mendidik dan menanamkan keutamaan budi pekerti, kemerdekaan dan kesholehan serta lain-lainnya. Kurikulum BPP Tjokroaminoto, berangkat dari satu tulisan yang berjudul “Moeslim Nationaal Onderwijs” karangan Jang Oetama HOS Tjokroaminoto (ket pen.- Majelis Tahkim (Kongres Nasional) PSII ke 21 pada tahun 1935, memutuskan memberikan gelar “Jang Oetama” pada HOS Tjokroaminoto – untuk selanjutnya saya tulis marhum jang oetama)</p>
<p>Marhum jang oetama mengatakan : “Dimana asas-asas Islam itu adalah asas asas yang menuju Democratie dan Socialisme (Socialisme sejati menurut Islam), dan asas asas itu juga menuju maksud akan mencapai cita-cita kemerdekaan Ummat dan Kemerdekaan Negeri Tumpah Darah, maka kalau kita kaum Muslimin mendirikan sekolah-sekolah kita sendiri, tak boleh tidak pengajaran yang diberikan didalamnya haruslah pengajaran yang mengandung pendidikan akan menjadikan Muslim yang sejati dan bersifat nasional dalam arti kata : Menuju maksud akan mencapai cita cita kemerdekaan Ummat.”</p>
<p>Moeslim Nationaal Onderwijs Pada tahun 1925, marhum jang oetama menulis suatu buku yang berjudul Moeslim Nationaal Onderwijs. Buku ini menerangkan bahwa Pendidikan dan Pengajaran bagi kaum muslimin di Indonesia, selain mengajarkan kepandaian aqal, harus pula menanamkan asas asas Islam, antara lain:</p>
<p>1.	Menanamkan benih kemerdekaan dan benih demokrasi. Yang telah menjadi tanda kebesaran dan tanda perbedaan Ummat Islam besar pada zaman dahulu.</p>
<p>Dalam majalah “Sendjata Pemoeda” , sebuah majalah intern barisan pemuda PSII, SIAP (Syarikat Islam Afdeling Padvinderijs/ Angkatan Pandu) dan Pemuda Muslimin Indonesia, marhoem jang oetama mengatakan, “Tidak bisa manusia menjadi utama yang sesungguh-sungguhnya, tidak bisa manusia menjadi besar dan mulia dalam arti kata yang sebenarnya, tidak bisa ia menjadi berani dengan keberanian yang suci dan utama, kalau ada banyak barang yang ditakuti dan disembahnya. Keutamaan, kebesaran, kemuliaan dan keberanian yang sedemikian itu, hanyalah bias tercapai karena “TAUHID” saja, tegasnya menetapkan lahir bathin : tidak ada sesembahan selain Allah sahaja………”</p>
<p>Sekitar awal tahun 1970an, penulis sempat bertemu dengan putera marhum jang oetama, yakni H. Anwar Tjokroaminoto. Dari beliau penulis mendapat ceritera bahwa, ketika beliau mendapatkan ijasah sekolah, beliau dengan bangga mempertunjukkan ijasahnya pada ayahandanya, marhum jang oetama HOS Tjokroaminoto. Sejenak marhum jang oetama memperhatikan ijasah tersebut kemudian berkata : “Kalau kamu mau memburuh, maka sebaik baik majikan adalah Allah ta’ala”. Selepas habis mengucapkan kalimat tersebut, marhum jang oetama lantas merobek robek ijasah yang masih hangat, baru didapatkan puteranya H. Anwar Tjokroaminoto.</p>
<p>Berbagai perasaan berkecamuk dan bergumul dalam diri Anwar muda, kaget, cemas, sedih, marah, kecewa bahkan takut !. Ingin menangis namun air mata tidak keluar, ingin marah namun bakti pada orang tua mencegahnya. Kemudian marhum jang utama menugaskan Anwar untuk membangun Partai Syarikat Islam Indonesia di Sumatera. Anwar di tempatkan di Manggala, suatu daerah terpencil di Lampung, saat itu masih berupa hutan, membangun pemukiman dan mendirikan afdeling (cabang) Partai (syarat pendirian afdeling minimal sepuluh orang anggota bai’at/ anggota yang sudah paham nilai-nilai perjuangan partai). Begitu pula kejadiannya dengan putera marhum jang oetama lainnya yakni H.Harsono Tjokroaminoto, beliau kemudian ditugaskan di Bolaang Mangandauw Sulawesi Utara.</p>
<p>2.	Menanamkan benih keberanian yang luhur, benih keichlasan hati, kesetiaan dan kecintaan kepada yang benar (haq), yang telah menjadi tiap tiap orang dan  tabiat masyarakat Islam pada zaman dahulu;</p>
<p>3.	Menanamkan benih peri kebathinan yang halus, keutamaan budi pekerti dan kebaikan perangai, yang dulu telah menyebabkan orang Arab penduduk laut pasir itu menjadi bangsa tuan yang halus adat lembaganya dan menjadi penanam dan penyebar keadaban dan kesopanan;</p>
<p>W. Wondoamiseno menceritakan bahwa marhum jang oetama memberi wejangan kepada sekalian kader-kadernya termasuk W Wondoamiseno sebagai berikut: “Kalau kamu mau menjadi pemimpin rakyat yang sungguh-sungguh, lebih dahulu kamu harus cinta betul betul kepada rakyat, , korbankanlah jiwa raga dan tenagamu untuk membela kepentingan rakyat seperti membela dirimu sendiri, sebab kamu adalah satu bagian daripadanya. Dan cintailah kepada kebenaran dalam segala usahamu, tentu Allah akan menolong kamu. Jangan sombong dan jangan bercidera janji. Jangan membeda-bedakan bulu, barangsiapa datang kepadamu terimalah dengan baik dan hormat, meski fakir dan miskin sekalipun. Kalau kebetulan kamu tidur, bangunlah dengan hati yang ikhlas, jangan menyesal sekalipun yang datang tidak membawa rejeki bagimu. Percayalah Allah sifat murah dan kasih sayang pada hambanya. Tetapi…….. kalau kamu berhadapan dengan lawan , baik siapa dan dari bangsa apapun juga, harus kamu tunjukkan sikap sebagai satria yang gagah berani, janganlah sekali-kali suka merendahkan diri. Seorang pemimpin harus mempunyai rasa perasaan bahwa dirinya lebih tinggi dan lebih berharga derajatnya dalam pandangan rakyat dan juga dalam pandangan Allah. Percayalah ………….. Allah tidak akan sia siakan segala usahamu sebagai pemimpin rakyat, asal hatimu jujur dan ikhlas. Insya Allah pengaruh akan datang dengan sendirinya. Ilmu boleh kamu cari, tapi kepercayaan adalah tergantung atas kejujuran dan keichlasan hatimu sendiri. Kalau kamu berjanji tepatilah, jangan bercidera !”.</p>
<p>4.	Menanam benih kehidupan yang shaleh sebagai yang dulu telah menjadi sebab mashur nama Ummat Islam; Lebih lanjut lihat karya marhum jang oetama berjudul “Reglement Umum bagi Ummat Islam”</p>
<p>5.	Menanamkan rasa kecintaan terhadap tanah tumpah darah dengan jalan mempelajari cultur dan adat istiadat bangsa sendiri.</p>
<p>Banyak orang yang tidak tahu dan tidak mengira bahwa marhum jang oetama adalah juga seorang seniman. Beliau adalah seorang yang ahli dalam seni karawitan. Pandai menabuh gamelan dan memainkan kendang. Bahkan tari jawa yang sangat tinggi nilai seninyapun dikuasainya. (tari jawa merupakan syarat kelulusan bagi murid-murid OSVIA dari kalangan priyayi) Beliau sering ikut dalam pertunjukan wayang orang, memerankan tokoh idolanya yakni Hanoman. Dalam lakon Ramayana kerap dipertunjukkan perkelahian antara Hanoman dan Raja Dasamuka. Raja Dasamuka (sepuluh muka) dalam ibaratnya adalah sang Kapitalisme angkara murka. Siapapun lawan yang dihadapinya pasti akan dilibas habis; semua manusia dijajah olehnya. Namun ketika berhadapan dengan Hanoman, dapatlah dipatahkan kekuatannya sehingga rebahlah sang Raja Dasamuka bahkan hingga menemui ajalnya.</p>
<p>Seperti keinginan beliau yang diungkapkan dalam buku tafsir program azas dan program tandhim yaitu rebahnya internasional kapitalisme dan internasional imperialisme Selain kepada seni tari dan seni gamelan, tiada kurang pula minat dan perhatian beliau akan seni suara. Tembang jawa, atau yang dikenal dengan Mocopat sangat disukainya. Bahkan di usia tuanya setelah beliau menjadi pemimpin ummat yang besar, beliau masih suka menembangkan mocopat dikala senggang. Tembang jawa, biasanya mengandung kiasan, petuah ataupun sindiran. Indah susunan katanya, berirama lemah gemulai, tetapi mengandung isi yang dalam, tak jarang merupakan sindiran yang tajam. Benar-benar merupakan suatu karya sastra yang tinggi nilai seninya.</p>
<p>Perhatikan pula cara berpakaian beliau. Pada masa itu cara berpakaian memeperlihatkan setiap kelas dalam masyarakat. Sarung adalah pakaian kaum santri yang termasuk dalam kelas inlander, beskap dan kain panjang adalah pakaian untuk kaum priyayi, sedangkan dasi dan jas adalah pakaian untuk bangsa eropa. Marhum jang oetama lebih sering mengenakan beskap yang dipadu dengan kain sarung dimana untuk tutup kepalanya beliau mengenakan peci (beliau tidak pernah lepas dari tutup kepala-pen). Lain waktu dikala harus hadir dalam pertemuan dengan kalangan penguasa (seperti dalam volksraad) beliau mengenakan dasi namun tutup kepalanya blangkon. Alm Moh Roem menyebut cara berpakaian beliau sebagai revolusioner.  Demikianlah cara berpakaian beliaupun mempertunjukkan kecintaan beliau pada rakyat dan negera tumpah darah Indonesia. Penutup</p>
<p>Pendidikan sebagai suatu anasir dari sebuah kebudayaan, bahkan sebagai salah satu pilar dari peradaban, sangat diperhatikan oleh marhum jang oetama. Kita dapat melihat dalam tulisan tulisan beliau seperti “Culture dan Adat Islam” dan juga dalam karya masterpiece beliau “Tafsir Program Azas dan Program Tandhim” Sejatinya masih panjang ulasan tentang  “Moeslim Nationaal Onderwijs” Namun terus terang penulis sudah mengantuk.</p>
<p>Namun ingin penulis sampaikan wejangan beliau yang ditulis dalam buku “Islam dan Socialisme” sebagai berikut: “………………kalau ada orang Islam mendirikan sekolahan (madrasah) tinggi, pertengahan atau rendah, dengan cuma memberi pengajaran untuk kepandaian ‘aqal saja, tetapi di dalam hatinya anak-anak tidak ditanamkan benih kemerdekaan dan benih democratie, yang menjadi tanda kebesaran dan tanda perbedaannya  Ummat Islam besar pada zaman dulu itu, dan di dalam hatinya anak-anak tidak pula ditanamkan benihnya keberanian yang luhur, keichlasan hati, kesetiaan dan kecintaan kepada barang yang benar, yang telah menjadi tabi’atnya pergaulan hidup Islam bersama pada zaman dulu, &#8212; dan murid-murid tidak juga diberinya pengajaran yang mendidik kebhatinan yang halus, keutamaan budi dan kebaikan perangai, yang dulu telah membikin orang arab penduduk lautan pasir menjadi bangsa tuan yang halus ‘adat lembaganya’ dan menjadi tukang menanam keadaban dan kesopanan, &#8212; dan juga di dalam hatinya murid-murid tidak ditanam bijinya penghidupan yang saleh dan sederhana, sebagai yang dulu sudah menjadikan mashur namanya ummat Islam, &#8212; sekolah-sekolah yang hanya memberi kepandaian yang “dingin”, “tidak hidup” dan akhrnya hanya menuntun kepada materialisme, sekolah-sekolah yang demikian itu bagi ummat Islam lebih baik tidak ada saja!”</p>
<p>Semoga Allah memercikkan pada kita  ilmu, karomah serta hikmah yang dahulu pernah DIA berikan pada marhum jang oetama HOS Tjokroaminoto. Shalawat serta salam bagi junjungan kita Rasulullah beserta para sahabat dan keluarga beliau. Semoga marhum jang oetama tersenyum melihat kita mempelajari pemikiran-pemikiran beliau, dan Allah ta’ala menambah nambah jariah pada beliau atas ilmu yang diwariskan pada kita. Amin. Billahi fi sabilil Haq.</p>
<p>Dala Mukti</p>
<p>Sumber bacaan : “Moeslim Nationaal Onderwijs”- HOS Tjokroaminoto, “Islam dan Socialisme”-HOS Tjokroaminoto,”Tafsir Program Azas dan Program Tandhim”-HOS Tjokroaminoto, “Culture dan ‘Adat Islam” – HOS Tjokroaminoto, “HOS Tjokroaminoto hidup dan perjuangannya bahagian I dan II” – Amelz, Literatur lain dari PSII, Cerita dari “Alm H. Anwar Tjokroaminoto”,” Cerita dari Alm. H. Ahmad Dainuri Tjokroaminoto”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tjokroaminoto.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tjokroaminoto.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tjokroaminoto.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tjokroaminoto.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tjokroaminoto.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tjokroaminoto.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tjokroaminoto.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tjokroaminoto.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tjokroaminoto.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tjokroaminoto.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tjokroaminoto.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tjokroaminoto.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tjokroaminoto.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tjokroaminoto.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokroaminoto.wordpress.com&amp;blog=2558245&amp;post=43&amp;subd=tjokroaminoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tjokroaminoto.wordpress.com/2010/06/27/tjkroaminoto-dan-pendidikan-moeslim-nationaal-onderwijs/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6a90be39a12048fad564851a13d5c28?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajidedim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MEMIMPIKAN SIMPOSIUM NASIONAL TJOKROAMINOTO</title>
		<link>http://tjokroaminoto.wordpress.com/2010/03/26/memimpikan-simposium-nasional-tjokroaminoto/</link>
		<comments>http://tjokroaminoto.wordpress.com/2010/03/26/memimpikan-simposium-nasional-tjokroaminoto/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 04:29:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajidedim</dc:creator>
				<category><![CDATA[cokroaminoto]]></category>
		<category><![CDATA[hos tjokroaminoto]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[tjokroaminoto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tjokroaminoto.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Saya memimpikan pertemuan para sahabat-sahabat berdiskusi dan menulis tentang Pak Tjokro.  Kapan ya? Masalahnya banyak, siapa yang ikhlas datang dan menulis tentang beliau, siapa yang mau cari sponsor dan mensponsorinya. Andai&#8230;.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokroaminoto.wordpress.com&amp;blog=2558245&amp;post=40&amp;subd=tjokroaminoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya memimpikan pertemuan para sahabat-sahabat berdiskusi dan menulis tentang Pak Tjokro.  Kapan ya? Masalahnya banyak, siapa yang ikhlas datang dan menulis tentang beliau, siapa yang mau cari sponsor dan mensponsorinya. Andai&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tjokroaminoto.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tjokroaminoto.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tjokroaminoto.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tjokroaminoto.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tjokroaminoto.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tjokroaminoto.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tjokroaminoto.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tjokroaminoto.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tjokroaminoto.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tjokroaminoto.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tjokroaminoto.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tjokroaminoto.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tjokroaminoto.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tjokroaminoto.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokroaminoto.wordpress.com&amp;blog=2558245&amp;post=40&amp;subd=tjokroaminoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tjokroaminoto.wordpress.com/2010/03/26/memimpikan-simposium-nasional-tjokroaminoto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6a90be39a12048fad564851a13d5c28?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajidedim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BAKUR: SITUS KELAHIRAN PAK COKRO</title>
		<link>http://tjokroaminoto.wordpress.com/2008/07/14/bakur-situs-kelahiran-pak-cokro/</link>
		<comments>http://tjokroaminoto.wordpress.com/2008/07/14/bakur-situs-kelahiran-pak-cokro/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 02:17:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajidedim</dc:creator>
				<category><![CDATA[cokroaminoto]]></category>
		<category><![CDATA[hos tjokroaminoto]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[bakur]]></category>
		<category><![CDATA[bakur madiun]]></category>
		<category><![CDATA[kecamatan bakur]]></category>
		<category><![CDATA[madiun]]></category>
		<category><![CDATA[tempat kelahiran hos tjokroaminoto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tjokroaminoto.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu lalu, tanggal 12 Juli 2008 saya mendapat hadiah unik  dari mahasiswa FIA Universitas Brawijaya (yang kebetulan sedang melakukan penelitian tentang analisis jabatan organisasi di tempat saya bekerja) berupa foto-foto &#8220;kemungkinan&#8221; situs kelahiran HOS. Tjokroaminoto (Pak Cokro). Mahasiswa itu aslinya juga dari Bakur, Madiun. Menurutnya, masyarakat Bakur percaya bahwa tempat yang sekarang berdiri masjid dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokroaminoto.wordpress.com&amp;blog=2558245&amp;post=30&amp;subd=tjokroaminoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sabtu lalu, tanggal 12 Juli 2008 saya mendapat hadiah unik  dari mahasiswa FIA Universitas Brawijaya (yang kebetulan sedang melakukan penelitian tentang analisis jabatan organisasi di tempat saya bekerja) berupa foto-foto &#8220;kemungkinan&#8221; situs kelahiran <strong>HOS. Tjokroaminoto</strong> (Pak Cokro). Mahasiswa itu aslinya juga dari Bakur, Madiun. Menurutnya, masyarakat Bakur percaya bahwa tempat yang sekarang berdiri masjid dan KUA merupakan kelahiran Pak Cokro. Meskipun, menurut mahasiswa itu masyarakat sudah banyak yang tidak tahu bahwa di sana adalah tempat kelahiran tokoh besar Indonesia. Hanya beberapa orang saja, terutama orang tua, yang tau riwayat tempat tersebut. Kalaupun tahu, ya  hanya &#8220;kemungkinan&#8221;. Ironis memang. Tapi tak apalah. Suatu saat saya perlu berkunjung ke sana sendiri dan mencoba menelusuri dari catatan-catatan sejarah, agar pada akhirnya jelas di mana letak tempat beliau dilahirkan secara pasti. Menurut salah satu informasi yang saya dapatkan dari buku Sejarah Sarekat Islam dan Pendidikan Bangsa, karangan Drs. Mansur, MA. (Penerbit Pustaka Pelajar, 2004; halaman 13) Pak Cokro lahir di Bakur, Madiun, Jawa Timur tahun 1882.</p>
<p>Berikut saya tampilkan beberapa foto tersebut:</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://tjokroaminoto.files.wordpress.com/2008/07/masjid_depan2.jpg"><img class="size-medium wp-image-31 aligncenter" src="http://tjokroaminoto.files.wordpress.com/2008/07/masjid_depan2.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a><a href="http://tjokroaminoto.files.wordpress.com/2008/07/masjid.jpg"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://tjokroaminoto.files.wordpress.com/2008/07/masjid.jpg"><img class="size-medium wp-image-33 aligncenter" src="http://tjokroaminoto.files.wordpress.com/2008/07/masjid.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://tjokroaminoto.files.wordpress.com/2008/07/masjid_depan.jpg"><img class="size-medium wp-image-32 aligncenter" src="http://tjokroaminoto.files.wordpress.com/2008/07/masjid_depan.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://tjokroaminoto.files.wordpress.com/2008/07/kua_dekatmasjid.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-36" src="http://tjokroaminoto.files.wordpress.com/2008/07/kua_dekatmasjid.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tjokroaminoto.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tjokroaminoto.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tjokroaminoto.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tjokroaminoto.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tjokroaminoto.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tjokroaminoto.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tjokroaminoto.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tjokroaminoto.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tjokroaminoto.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tjokroaminoto.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tjokroaminoto.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tjokroaminoto.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tjokroaminoto.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tjokroaminoto.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tjokroaminoto.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tjokroaminoto.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokroaminoto.wordpress.com&amp;blog=2558245&amp;post=30&amp;subd=tjokroaminoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tjokroaminoto.wordpress.com/2008/07/14/bakur-situs-kelahiran-pak-cokro/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6a90be39a12048fad564851a13d5c28?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajidedim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tjokroaminoto.files.wordpress.com/2008/07/masjid_depan2.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://tjokroaminoto.files.wordpress.com/2008/07/masjid.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://tjokroaminoto.files.wordpress.com/2008/07/masjid_depan.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://tjokroaminoto.files.wordpress.com/2008/07/kua_dekatmasjid.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PENELEH VII No 29-31 SURABAYA: RUMAH PERJUANGAN</title>
		<link>http://tjokroaminoto.wordpress.com/2008/04/15/peneleh-vii-no-29-31-surabaya-rumah-perjuangan/</link>
		<comments>http://tjokroaminoto.wordpress.com/2008/04/15/peneleh-vii-no-29-31-surabaya-rumah-perjuangan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 04:58:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajidedim</dc:creator>
				<category><![CDATA[cokroaminoto]]></category>
		<category><![CDATA[hos tjokroaminoto]]></category>
		<category><![CDATA[sarekat islam]]></category>
		<category><![CDATA[tjokroaminoto]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[cagar budaya]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan nasional]]></category>
		<category><![CDATA[peneleh VII No 29-31]]></category>
		<category><![CDATA[rumah hos tjokroaminoto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tjokroaminoto.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Menarik sekali berita di Kompas hari ini, 14 April 2008, mengenai rumah Pak Tjokro di Peneleh VII/29-31. Beberapa tahun lalu saya juga pernah mampir ke rumah itu. Rumah itu memang bisa jadi simbol kebangkitan nasional. Rumah Pak Tjokro dapat dikatakan sebagai salah satu simbol Kebangkitan Nasional, karena memang di situlah pada tahun 1912, terjadinya perubahan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokroaminoto.wordpress.com&amp;blog=2558245&amp;post=26&amp;subd=tjokroaminoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menarik sekali berita di Kompas hari ini, 14 April 2008, mengenai rumah Pak Tjokro di Peneleh VII/29-31. Beberapa tahun lalu saya juga pernah mampir ke rumah itu. Rumah itu memang bisa jadi simbol kebangkitan nasional. Rumah Pak Tjokro dapat dikatakan sebagai salah satu simbol Kebangkitan Nasional, karena memang di situlah pada tahun 1912, terjadinya perubahan Sarekat Dagang Islam menjadi Partai Sarekat Islam yang dimotori Pak Tjokro. Rumah itu juga merupakan salah satu tempat Pak Tjokro melakukan perkaderan, untuk menggodok putra terbaik bangsa, Soekarno. Di bawah ini foto rumah Pak Tjokro yang saya ambil dari Koran Kompas:</p>
<p> </p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://tjokroaminoto.files.wordpress.com/2008/04/rumah-cokro.jpeg?w=295&#038;h=232" alt="rumah pak tjokro" width="295" height="232" /></p>
<p>Rumah tersebut sekarang telah menjadi situs sejarah nasional, meski keinginan para ahli waris Pak Tjokro belum terealisasi, yaitu agar menjadi Museum Kebangkitan Nasional. Lebih menarik lagi sebenarnya adalah keinginan dari para ahli waris untuk mengembangkan rumah tersebut menjadi Perpustakaan. Ide yang brilian itu. Siapa yang mau mendukung? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  </p>
<p>Menurut Kompas, inisiatif dari keluarga Pak Tjokro agar rumah tersebut dijadikan Museum tampaknya ditanggapi baik oleh Pemkot Surabaya. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Surabaya, Suhartojo, mengungkapkan bahwa pihaknya sepakat untuk menjadikan rumah tersebut sebagai museum. Semoga hal itu segera terwujud ya? Hehehehe&#8230;mumpung mau 100 tahun Kebangkitan Nasional ni&#8230;</p>
<p>Kritik buat Kompas, kenapa quotation di awal tulisan itu yang katanya sebagai latar belakang Piagam Penghargaan yang diberikan oleh Kelompok Pekerja Sejarah dan SUrabaya Heritage kepada ahli waris Pak Tjokro, sepertinya kasar banget, ya baik sih menunjukkan simbol budaya suroboyoan, tapi itu kan tidak mencerminkan dan menghormati Pak Tjokro sebagai pahlawan nasional. Ya mestinya ada komentar juga yang membangun, bahwa quotation seperti itu perlu diperbaiki, Mohon dalam pemberitaan lainnya nanti juga berhati-hati dalam memberi quotation. Agar tidak jadi stigma yang jelek bagi rumah kebangkitan nasional ya&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tjokroaminoto.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tjokroaminoto.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tjokroaminoto.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tjokroaminoto.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tjokroaminoto.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tjokroaminoto.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tjokroaminoto.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tjokroaminoto.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tjokroaminoto.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tjokroaminoto.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tjokroaminoto.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tjokroaminoto.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tjokroaminoto.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tjokroaminoto.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tjokroaminoto.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tjokroaminoto.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokroaminoto.wordpress.com&amp;blog=2558245&amp;post=26&amp;subd=tjokroaminoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tjokroaminoto.wordpress.com/2008/04/15/peneleh-vii-no-29-31-surabaya-rumah-perjuangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6a90be39a12048fad564851a13d5c28?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajidedim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tjokroaminoto.files.wordpress.com/2008/04/rumah-cokro.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">rumah pak tjokro</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DUA PRINSIP UTAMA TJOKROAMINOTO</title>
		<link>http://tjokroaminoto.wordpress.com/2008/03/21/dua-prinsip-utama-tjokroaminoto/</link>
		<comments>http://tjokroaminoto.wordpress.com/2008/03/21/dua-prinsip-utama-tjokroaminoto/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Mar 2008 01:36:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajidedim</dc:creator>
				<category><![CDATA[cokroaminoto]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi islam]]></category>
		<category><![CDATA[epistemologi]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[hos tjokroaminoto]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[islamisasi ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[PSII]]></category>
		<category><![CDATA[sarekat islam]]></category>
		<category><![CDATA[dua prinsip islam cokroaminoto]]></category>
		<category><![CDATA[dua prinsip islam tjokroaminoto]]></category>
		<category><![CDATA[prinsip islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tjokroaminoto.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Dua Prinsip Utama Islam menurut HOS Tjokroaminoto adalah Kedermawanan Islami dan Persaudaraan Islam (Tjokroaminoto 1950, 28-32). 1. PRINSIP KEDERMAWANAN ISLAMI Prinsip Kedermawanan Islami sebagai prinsip bukanlah melakukan sedekah sebagai kebajikan semata, tetapi sedekah adalah kewajiban untuk meraih cinta Allah. Kedermawanan untuk meraih cinta Allah akan berdampak pada tiga hal. Pertama, menempatkan kepentingan umum di atas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokroaminoto.wordpress.com&amp;blog=2558245&amp;post=25&amp;subd=tjokroaminoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua Prinsip Utama Islam menurut HOS Tjokroaminoto adalah Kedermawanan Islami dan Persaudaraan Islam (Tjokroaminoto 1950, 28-32).</p>
<p><b>1. PRINSIP KEDERMAWANAN ISLAMI<br />
</b></p>
<p>Prinsip Kedermawanan Islami sebagai prinsip bukanlah melakukan sedekah sebagai kebajikan semata, tetapi sedekah adalah kewajiban untuk meraih cinta Allah. Kedermawanan untuk meraih cinta Allah akan berdampak pada tiga hal. Pertama, menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi untuk mencapai Keridhaan Allah. Kedua, zakat sebagai dasar bagi distribusi dan pemerataan kekayaan untuk seluruh masyarakat. Ketiga, kemiskinan dunia bukanlah kehinaan, tetapi kejahatan dunia adalah kehinaan.</p>
<p><b>2. PRINSIP PERSAUDARAAN ISLAM</b></p>
<p>Prinsip kedua, yaitu Persaudaraan Islam, menekankan persaudaraan yang dibangun bukan dibangun berdasarkan pada suku, warna kulit, ras, kekayaan atau lainnya, tetapi berdasar pada ketakwaan.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tjokroaminoto.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tjokroaminoto.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tjokroaminoto.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tjokroaminoto.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tjokroaminoto.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tjokroaminoto.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tjokroaminoto.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tjokroaminoto.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tjokroaminoto.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tjokroaminoto.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tjokroaminoto.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tjokroaminoto.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tjokroaminoto.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tjokroaminoto.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tjokroaminoto.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tjokroaminoto.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokroaminoto.wordpress.com&amp;blog=2558245&amp;post=25&amp;subd=tjokroaminoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tjokroaminoto.wordpress.com/2008/03/21/dua-prinsip-utama-tjokroaminoto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6a90be39a12048fad564851a13d5c28?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajidedim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BAPAK POLITIK UMAT NUSANTARA</title>
		<link>http://tjokroaminoto.wordpress.com/2008/03/21/bapak-politik-umat-nusantara/</link>
		<comments>http://tjokroaminoto.wordpress.com/2008/03/21/bapak-politik-umat-nusantara/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Mar 2008 01:32:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajidedim</dc:creator>
				<category><![CDATA[cokroaminoto]]></category>
		<category><![CDATA[hos tjokroaminoto]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[PSII]]></category>
		<category><![CDATA[sarekat islam]]></category>
		<category><![CDATA[science]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[SI]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[tjokroaminoto]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[politik cokroaminoto]]></category>
		<category><![CDATA[politik tjokroaminoto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tjokroaminoto.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[September 23, 2007 Oleh: Jemaridewa HADJI OEMAR SAID (HOS) Tjokroaminoto adalah pemimpin besar Sarekat Islam (SI) yang paling terkemuka. Sebagai seorang pejuang pergerakan yang memegang tampuk kepemimpinan Central Sarekat Islam (CSI), Tjokroaminoto sangat antipati terhadap semua bentuk penindasan dan ketidakadilan. Kebencian Pak Tjokro, sapaan akrabnya, terhadap kapitalisme itu diwujudkan dalam bentuk pernyataan dan perbuatan nyata, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokroaminoto.wordpress.com&amp;blog=2558245&amp;post=20&amp;subd=tjokroaminoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 class="date-header">September 23, 2007</h2>
<h3 class="post-title"> <a href="http://jemaridewa.blogspot.com/2007/09/hos-tjokroaminoto-bapak-politik-umat.html">Oleh: Jemaridewa<br />
</a></h3>
<div class="post-body">HADJI OEMAR SAID (HOS) Tjokroaminoto adalah pemimpin besar Sarekat Islam (SI) yang paling terkemuka. Sebagai seorang pejuang pergerakan yang memegang tampuk kepemimpinan Central Sarekat Islam (CSI), Tjokroaminoto sangat antipati terhadap semua bentuk penindasan dan ketidakadilan. Kebencian Pak Tjokro, sapaan akrabnya, terhadap kapitalisme itu diwujudkan dalam bentuk pernyataan dan perbuatan nyata, baik dalam kapasitasnya sebagai pejuang, pemimpin CSI, seniman, bahkan sebagai orang biasa sekalipun&#8230;<span id="more-20"></span><span class="fullpost"><br />
Tjokroaminoto adalah orang Indonesia pertama yang memerkenalkan paradigma nasionalisme dan tidak mengakui nama Hindia Belanda yang diberikan oleh Belanda untuk nusantara. Sebagai bangsa timur, Tjokroaminoto lebih bangga menyebut Indonesia dengan Hindia Timur atau Hindia. Ia adalah penggagas pemerintahan sendiri (zelfbestuur) untuk bangsa Indonesia.Lahir di Bakur, sebuah desa di Madiun, pada 16 Agustus 1882, Oemar Said Tjokroaminoto sejatinya menyandang gelar Raden Mas kendati ia tidak pernah menyertakan embel-embel kebangsawanan pada namanya. Ayahnya, RM Tjokroamiseno, adalah wedana alias asisten bupati. Sedangkan sang kakek, RM Adipati Tjokronegoro, pernah menjadi bupati Ponorogo. Neneknya juga seorang puteri agung Susuhunan II dari Kerajaan Surakarta. Begitu pula isterinya, Raden Ajeng Soeharsikin, yang berayahkan patih wakil bupati Ponorogo.Tjokroaminoto adalah alumni Opleiding School voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA) di Magelang. Karena termasuk kaum bangsawan, Tjokro bisa mengenyam pendidikan di sekolah Belanda yang mencetak pegawai-pegawai pemerintah kolonial itu. Lulus dari OSVIA, pada 1902, Tjokroaminoto bekerja sebagai juru tulis di kesatuan pegawai administratif bumiputera di Ngawi.<br />
<a href="http://bp3.blogger.com/_SREvCJCD40o/Rvam4yW4sRI/AAAAAAAAADw/6DxF5yo-UZA/s1600-h/cokroaminoto_12.jpg"><img src="http://bp3.blogger.com/_SREvCJCD40o/Rvam4yW4sRI/AAAAAAAAADw/6DxF5yo-UZA/s200/cokroaminoto_12.jpg" style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" border="0" /></a><br />
Pada 1905 di Surabaya, Tjokroaminoto bekerja pada sebuah perusahaan dagang, sambil mengikuti kursus teknisi di sebuah sekolah malam. Setelah lulus, Tjokroaminoto bekerja di pabrik gula Rogojampi pada 1907. Mula-mula sebagai magang masinis, kemudian menjadi teknisi, hingga ia memantapkan diri untuk berkiprah di kepengurusan SI pada 1912. Tak lama berselang, Tjokroaminoto dipercaya memimpin SI cabang Surabaya. Inilah mula petualangan Tjokro di jagat pergerakan nasional.</p>
<p>Prestasi perdana Tjokroaminoto adalah ketika ia sukses menyelenggarakan vergadering SI pertama pada 13 Januari 1913 di Surabaya. Rapat besar itu dihadiri 15 cabang SI, tiga belas di antaranya mewakili 80.000 orang anggota. Kongres resmi perdana SI sendiri baru terlaksana pada 25 Maret 1913 di Surakarta di mana Tjokroaminoto terpilih menjadi wakil ketua CSI mendampingi Hadji Samanhoedi. Dalam posisi wakil ketua inilah Tjokro mulai menanamkan pengaruhnya.</p>
<p>Kongres SI ke-II di Yogyakarta pada 19-20 April 1914 melejitkan nama Tjokroaminoto sebagai Ketua CSI menggantikan Samanhoedi. Di tangan Tjokro, SI mewujud menjadi organisasi politik pertama terbesar di nusantara. Pada 1914, anggota resminya mencapai 400.000 orang, sedangkan tahun 1916 terhitung 860.000 orang. Tahun 1917 sempat menurun menjadi 825.000, pada 1918 bahkan merosot lebih drastis lagi hingga pada kisaran 450.000, namun setahun berikutnya, tahun 1919, keanggotaan SI melesat sampai 2.500.000 orang.</p>
<p>Ketertarikan berjuta-juta orang tersebut untuk berbondong-bondong masuk SI bukanlah tanpa alasan. Tjokroaminoto sangat jeli melihat setiap peluang. Dengan bandrol Islam, ditambah strategi politik rakyat nir kasta, SI dengan cepat mampu menarik hati untuk bergabung. Di setiap pertemuan anggota SI, semua duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi.</p>
<p>Perkembangan pesat SI lebih disebabkan citra Islam, yang menjadi magnet utama menarik massa. Apalagi SI adalah tempat berkumpulnya para tokoh Islam terkemuka, sebut saja KH Ahmad Dahlan, Agus Salim, AM Sangadji, Mohammad Roem, Fachrudin, Abdoel Moeis, Ahmad Sjadzili, Djojosoediro, Hisamzainie, dan lain-lainnya. Orang-orang besar inilah yang sangat dikagumi dan menjadi panutan bagi sekalian rakyat.<br />
<a href="http://bp3.blogger.com/_SREvCJCD40o/RvpnwyW4sXI/AAAAAAAAAE4/YDp4qYuJz7s/s1600-h/Sarekatislam.jpg"><img src="http://bp3.blogger.com/_SREvCJCD40o/RvpnwyW4sXI/AAAAAAAAAE4/YDp4qYuJz7s/s200/Sarekatislam.jpg" style="float:right;cursor:pointer;margin:0 0 10px 10px;" border="0" /></a><br />
Tjokroaminoto pun sempat menghasilkan buku-buku Islam, juga menulis banyak artikel tentang materi keislaman. Meski Tjokro bukan seorang ahli agama yang benar-benar murni berkonsentrasi pada pemahaman ajaran Islam, tetapi Tjokroaminotolah yang menjadi Bapak Politik Umat Islam Indonesia. Ia adalah begawan muslim yang mengajarkan pendidikan politik kepada seluruh rakyat Indonesia.</p>
<p>Sejatinya, yang berperan dalam misi SI adalah para penggerak SI di tingkatan lokal. Mayoritas muslim di Jawa pada waktu itu adalah hasil perpaduan antara ajaran Islam dan Kejawen. Kepercayaan rakyat terhadap Tjokroaminoto kian kuat karena rakyat Jawa percaya akan datangnya juru selamat seperti ramalan Jayabaya. Ratu Adil itu bergelar Prabu Heru Tjokro, nama yang kebetulan nyaris mirip dengan nama Tjokroaminoto.</p>
<p>Tak pelak, keanggotaan SI terus melonjak di pelosok-pelosok daerah. Ketika sebuah cabang di suatu daerah sudah terbentuk, salah seorang tokoh SI akan diundang untuk memberikan pidato. Tokoh CSI yang paling ditunggu rakyat adalah Tjokroaminoto. Dalam setiap pertemuan itu, rakyat akan datang berduyun-duyun untuk melihat dan mendengar pemimpin mereka yang pemberani. Dengan kekuatan bicara dalam bingkai Islami, setiap petuah dan titah Tjokroaminoto menjadi daya penarik yang ampuh untuk memikat rakyat. Dengan cara yang demikian, Tjokroaminoto dengan sangat gemilang mampu menjadikan keanggotaan Sarekat Islam menjadi sangat besar.</p>
<p>Dalam memimpin, Tjokroaminoto banyak melakukan tindakan-tindakan yang seringkali membikin pemerintah Hindia Belanda berang. Antusiasme rakyat terhadap SI membuat kaum kolonialis khawatir akan timbulnya perlawanan massal di kelak kemudian hari. Di setiap kegiatan SI, massa yang datang pasti bejubel. Tjokro pernah pula memimpin aksi buruh, membuka ruang pengaduan untuk rakyat di rumah dan di kantornya, membela kepentingan kaum kromo lewat pidato dan tulisannya di media pergerakan, mengetuai dibentuknya komite Tentara Kandjeng Nabi Mohammad (TKNM) untuk memertahankan kehormatan Islam, serta memantik rasa kebangsaan Indonesia dengan menggencarkan gagasan soal pemerintahan sendiri untuk orang Indonesia atau zelfbestuur.<br />
<a href="http://bp3.blogger.com/_SREvCJCD40o/Rvpo_yW4sYI/AAAAAAAAAFA/-1F6vuy-i1w/s1600-h/sarekat05.jpg"><img src="http://bp3.blogger.com/_SREvCJCD40o/Rvpo_yW4sYI/AAAAAAAAAFA/-1F6vuy-i1w/s200/sarekat05.jpg" style="float:left;cursor:pointer;margin:0 10px 10px 0;" border="0" /></a><br />
Ketakutan pemerintah kolonial terhadap sepak terjang Tjokroaminoto dan SI membuat mereka terpaksa merangkulnya untuk duduk sebagai anggota Volksraad atau Dewan Rakyat. Penunjukan Tjokro ini membuat beberapa golongan di internal SI, terutama dari SI Semarang yang dimotori Semaoen dan Darsono, menentang kebijakan ini. Mereka juga tidak sepakat dengan dukungan Tjokroaminoto terhadap rencana pembentukan milisi bumiputera.</p>
<p>Sebagai seorang pemimpin, wajar jika Tjokroaminoto punya banyak murid, di antaranya adalah Soekarno, Muso, Alimin, Kartosoewirjo, Buya Hamka, Abikoesno, dan banyak lagi. Para anak didik Pak Tjokro ini kelak akan menjelma sebagai pemimpin-pemimpin baru bangsa Indonesia.</p>
<p>Pak Tjokro juga seorang jurnalis. Ia pernah memimpin suratkabar Otoesan Hindia yang merupakan organ internal SI sekaligus sebagai pemilik usaha percetakan Setia Oesaha di Surabaya. Juga pernah terlibat dalam Bendera Islam bersama Agus Salim, Soekarno, Mr Sartono, Sjahbudin Latief, Mohammad Roem, AM Sangadji, serta aktivis Islam dan Nasionalis lainnya. Fadjar Asia pun terbit sebagai suratkabar pembela rakyat berkat kerja kerasnya bersama Agus Salim dan Kartosoewirjo. Tjokroaminoto pun piawai menulis buku, di antaranya adalah dua buku yang diberi judul Tarich Agama Islam serta Islam dan Sosialisme.</p>
<p>Tjokroaminoto menguasai bahasa Jawa, Belanda, Melayu, dan bahasa Inggris. Bahasa Jawa mengandung kelembutan dalam bentuk dan wujudnya, juga dalam pengucapannya. Namun, dalam kata-kata lembut itu termuat maksud dan isi yang tajam, serta seringkali berupa kiasan atau sindirian yang tak kalah menohok, dan itulah yang sering dilakukan Tjokro untuk “menghabisi” lawan bicaranya. Tjokro juga mulai belajar bahasa Inggris, meski hanya sendiri tanpa guru yang mengajari. Tjokroaminoto sempat menghasilkan pidato dan beberapa tulisan tangkas berbahasa Inggris. Ilmu bahasa universal itu sempat ia terapkan untuk menerjemahkan tafsir Al-Qur’an dalam bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia.</p>
<p>Pemikiran Tjokroaminoto selamanya akan menjadi acuan yang sangat bermanfaat. Tentang Islam, sosialisme, politik, pemerintahan sendiri, nasionalisme, kemerdekaan, anti feodalisme, anti kapitalisme, penyadaran kebangsaan, bahkan segala penjuru kehidupannya memuat guna yang tak sedikit bagi terbentuknya bangsa Indonesia sebagai bangsa yang utuh dan berdaulat penuh.</p>
<p>Memang, kepala Tjokroaminoto tidak pernah sempat merasakan teduh dan sejuknya di bawah naungan kibaran Sang Merah Putih. Tjokro tidak mampu mencapai daratan kemerdekaan. Pak Tjokro keburu tutup mata pada 1934, sebelas tahun sebelum Indonesia yang dibentuknya merdeka. Jasad Pak Tjokro dikebumikan di pemakaman Pakuncen, Yogyakarta. (ISNR)</p>
<p></span></div>
<p class="post-footer-line post-footer-line-1"> <span class="post-author"> direkatkan JEMARIDEWA: </span> <span class="post-timestamp"> </span> <span class="post-comment-link"> </span> <span class="post-backlinks post-comment-link"> </span> <span class="post-icons"> <span class="item-action"> <a href="http://www.blogger.com/email-post.g?blogID=5186944641366070064&amp;postID=4917312656645065740" title="Email Post"> <span class="email-post-icon"> </span></a><a href="http://www.blogger.com/email-post.g?blogID=5186944641366070064&amp;postID=4917312656645065740" title="Email Post"> </a> </span> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tjokroaminoto.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tjokroaminoto.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tjokroaminoto.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tjokroaminoto.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tjokroaminoto.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tjokroaminoto.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tjokroaminoto.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tjokroaminoto.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tjokroaminoto.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tjokroaminoto.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tjokroaminoto.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tjokroaminoto.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tjokroaminoto.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tjokroaminoto.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tjokroaminoto.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tjokroaminoto.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokroaminoto.wordpress.com&amp;blog=2558245&amp;post=20&amp;subd=tjokroaminoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tjokroaminoto.wordpress.com/2008/03/21/bapak-politik-umat-nusantara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6a90be39a12048fad564851a13d5c28?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajidedim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp3.blogger.com/_SREvCJCD40o/Rvam4yW4sRI/AAAAAAAAADw/6DxF5yo-UZA/s200/cokroaminoto_12.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bp3.blogger.com/_SREvCJCD40o/RvpnwyW4sXI/AAAAAAAAAE4/YDp4qYuJz7s/s200/Sarekatislam.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bp3.blogger.com/_SREvCJCD40o/Rvpo_yW4sYI/AAAAAAAAAFA/-1F6vuy-i1w/s200/sarekat05.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>H.O.S Tjokroaminoto: Potret Pemikiran Nasionalisme dan Agama di Indonesia [1]</title>
		<link>http://tjokroaminoto.wordpress.com/2008/03/21/hos-tjokroaminoto-potret-pemikiran-nasionalisme-dan-agama-di-indonesia-1/</link>
		<comments>http://tjokroaminoto.wordpress.com/2008/03/21/hos-tjokroaminoto-potret-pemikiran-nasionalisme-dan-agama-di-indonesia-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Mar 2008 01:30:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajidedim</dc:creator>
				<category><![CDATA[cokroaminoto]]></category>
		<category><![CDATA[hos tjokroaminoto]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[PSII]]></category>
		<category><![CDATA[sarekat islam]]></category>
		<category><![CDATA[SI]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[tjokroaminoto]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[Nasionalisme dan Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tjokroaminoto.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[H.O.S Tjokroaminoto: Potret Pemikiran Nasionalisme dan Agama di Indonesia [1] Oleh Didi Catatan Pengantar dalam Kontruksi Sejarah Di Indonesia, perdebatan antara kelompok nasionalis sekuler dengan nasionalis-agama tidak pernah selesai. Keduanya terus bertarung memperebutkan hegemoni dalam kekuasaan. Para sejarawan Indonesia cenderung menelusuri pertarungan tersebut sejak perdebatan piagam Jakarta, tetapi ada juga yang mengambil klaim lebih jauh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokroaminoto.wordpress.com&amp;blog=2558245&amp;post=16&amp;subd=tjokroaminoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="justify">
<div align="center"><b>H.O.S Tjokroaminoto:</b></div>
<div align="center"><b>Potret Pemikiran Nasionalisme dan Agama di Indonesia [1]</b></div>
<div align="center"></div>
<div align="center">Oleh Didi</div>
</div>
<div align="justify"> <b>Catatan Pengantar dalam Kontruksi Sejarah<br />
</b></div>
<div align="justify"></div>
<div align="justify">Di Indonesia, perdebatan antara kelompok nasionalis sekuler dengan nasionalis-agama tidak pernah selesai. Keduanya terus bertarung memperebutkan hegemoni dalam kekuasaan. <span id="more-16"></span>Para sejarawan Indonesia cenderung menelusuri pertarungan tersebut sejak perdebatan piagam Jakarta, tetapi ada juga yang mengambil klaim lebih jauh lagi hingga pertarungan dalam tubuh Sarekat Islam di tahun 1910-an. Beberapa studi sejarah mengenai hal diatas, memunculkan anggapan bahwa dalam pertarungan itu, kelompok nasionalis-sekuler senantiasa selalu menjadi kelompok pemenang. Klaim ini mungkin benar, tetapi pada beberapa kasus, kemenangan kelompok sekuler bukannya tanpa syarat. Terdapat banyak contoh dimana pergumulan politik di Indonesia telah menghasilkan kultur politik hibrida, yang mencampurbaurkan ide-ide yang mungkin secara prinsip memiliki perbedaan. Dengan bahasa lain, kepentingan “kelompok Islam” juga sudah membaur didalamnya.Adanya kultur hibrida ini, menyiratkan bahwa kontruksi religiusitas/keberagamaan di Indonesia mengalami proses modifikasi. Dalam arti agama yang datang tidak pernah <i>“taken for granted”, </i>melainkan mengalami adaptasi dalam bentuk akulturasi (percampuran dengan budaya setempat). Dalam konteks politik, hal ini sangat tampak terjadi ketika munculnya pergerakan nasional. Ide-ide nasionalisme, demokrasi dan keadilan sosial yang menjadi wabah di seantero dunia, mulai di pikirkan oleh para pemikir Islam di Indonesia. Hasilnya, lahirlah pemikiran yang menyebutkan bahwa nasionalisme dan Islam adalah suatu hal yang memiliki kepentingan yang sama, tidak bertentangan.  Tulisan yang coba disajikan dalam paper ini, mencoba menelusuri faktisitas cara berfikir seorang tokoh Sarekat Islam (SI) yaitu H.O.S Tjokroaminoto. Hal ini dinilai penulis penting, mengingat Tjokroaminoto adalah kunci untuk membuka tabir pemikiran bagaimana tokoh Islam memikirkan nasionalisme dalam konteks ke-Indonesiaan, melewati tapal batas sektarian dan primordial. Selain itu mempelajari cara manusia berfikir pada zamannya, dapat menggambarkan sebuah struktur jiwa jaman yang sedang membentuk –bukan terbentuk-. Dan yang paling penting, belum adanya sejarawan yang mencoba memikirkan pemikiran Tjokro secara tematis. Pemikiran teman-teman seangkatan Tjokro, seperti Haji Misbach, Mas Marco, Dr. Sutomo, Wahidin serta Tjipto Mangunkusumo sudah banyak ditulis orang. Bahkan Sukarno, Kartosuwiryo dan Musso, yang notabenenya adalah murid-murid Tjokro juga telah banyak ditulis orang. Lantas mengapa Sang Guru, kita telantarkan, padahal -jika boleh mengklaim- Tjokro adalah guru bagi nasionalisme dan aktivis pergerakan di Indonesia. Sadar atau tidak, ia adalah ruh yang sesungguhnya bagi aktivis pergerakan hingga sekarang.Tjokroaminoto dan Perjuangan NasionalismeOemar Said Tjokroaminoto lahir pada 1882, dari keluarga priyayi di Ponorogo.  Pada awalnya, ia juga mengikuti jejak kepriyayian ayahnya, sebagai pejabat pangreh praja. Ia masuk pangreh praja pada tahun 1900 setelah menamatkan studi di OSVIA, Magelang. Pada tahun 1907, ia keluar dari kedudukannya sebagai pangreh pradja karena ia muak dengan praktek sembah-jongkok yang dianggapnya sangat berbau feodal. Ia kemudian hijrah ke Surabaya, ikut sekolah malam tehnisi dan kemudian bekerja menjadi tehnisi di pabrik gula Rogojampi. Setelah SI berdiri, ia keluar dari pekerjaan dan menjadi pemimpin pergerakan di Surabaya. Dari pergerakan inilah –lewat memimpin SI dan Perusahaan Setia Oesaha- ia mampu mencukupi kehidupannya.[2] Sebagai pemimpin SI, ia dipuja bak ksatria menang setelah perang. Ia dianggap orang yang berbakat dan mampu memikat massa. Bahkan ia juga merupakan guru yang baik, dan mampu melahirkan tokoh-tokoh pergerakan hingga awal kemerdekaan. Diantara murid-murid Tjokro yang terkenal adalah Sukarno, Kartosuwiryo dan juga Musso-Alimin. Sukarno, sebagaimana dikenal luas, adalah murid dan penghuni pondokan Tjokro, serta juga menantu Tjokro.[3] Sukarno menyerap kecerdasan Tjokro, terutama dari gaya berpidato. Pada masa kemerdekaan, Sukarno dikenal sebagai tokoh nasionalis, proklamator dan presiden R.I. Kartosuwiryo, juga pernah beberapa tahun tinggal bersama Tjokro.[4] Setelah kemerdekaan, Kartosuwiro mendirikan Darul Islam sebagai perlawanan terhadap Sukarno. Musso-Alimin, dua tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI), juga merupakan murid Tjokro.[5] Keduanya, Pada tahun 1948 di Madiun, juga bertarung dengan Sukarno. Jadi pertarungan Nasionalisme Sukarno- Islam Kartosuwiryo-Komunis Musso/Alimin, adalah pertarungan antara murid-murid Tjokro. Hal ini mengisyaratkan bahwa Tjokro ditafsirkan berbeda oleh para muridnya. Dalam beberapa hal, ide Tjokro lebih dimengerti Sukarno yang mengolahnya menjadi Nasakom, sebagai lambang persatuan nasional.Disaat masuk dalam wilayah pergerakan nasional, Tjokro pada awalnya mulai dikenal sebagai pemimpin lokal Sarekat Islam (SI) di Surabaya. Dalam aktivitas-aktivitas SI, Tjokroaminoto yang kemudian menduduki posisi sentral di tingkat pusat, menjadi demikian berpengaruh bukan hanya karena ia adalah redaktur Suara Hindia, tetapi  juga karena tidak adanya orator saingan dalam vargadering-vargadering  SI yang sanggup mengalahkan “suara baritonnya yang berat dan dapat didengar ribuan orang tanpa mikrofon”.[6] Dibawah kepemimpinannya, Sarekat Islam menjadi organisasi yang besar dan bahkan mendapat pengakuan dari pemerintahan kolonial. Hal ini tidak lain, adalah sebagai hasil pendekatan kooperatif yang dijalankan Tjokroaminoto.  Ketika terjadi polemik keanggotaan ganda dalam tubuh Sarekat Islam, Tjokro adalah tokoh yang menginginkan persatuan SI dapat dipertahankan. Ia lebih mengidentifikasikan dirinya sebagai perekat antar pihak yang bertikai, walau dalam beberapa hal ia lebih dekat kepada kelompok SI- Putih. Menjelang perpecahan SI, personalitas Tjokro mulai banyak dipertanyakan. Pada 6, 7 dan 9 Oktober 1920, Dharsono membuat artikel panjang mengkritik Tjokro yang dianggap menyengsarakan SI dengan pengeluaran kepentingan pribadinya yang berjumlah besar (3000 gulden). Dharsono menuduh secara tidak langsung dengan mengatakan bahwa Tjokro terlibat penggelapan, “mengapa CSI tidak punya uang…sedangkan Tjokro kelimpahan”, demikian tulis Dharsono.[7] Pada Agustus 1921, Tjokro diciduk penguasa Belanda. Hal ini merupakan kesempatan untuk membersihkan nama baiknya, karena dipenjara artinya menjadi martir dan memberinya kekuatan dimasa yang akan datang.[8] Pada April 1922, ia dibebaskan tetapi ia tidak kembali ke Jogjakarta, melainkan ia mendirikan markas baru di Kedung Jati (sebuah kota kecil strategis yang merupakan titik temu jalur kereta api Semarang dan Jogjakarta). Dikota ini, ia mulai memofuskan diri pada persatuan Islam, tetapi independen atau lepas dari Muhammadiyah. Pada tahun itu juga, ia mendirikan Pembangunan Persatuan bersama Raja Mogok, Soepjopranoto untuk menarik dukungan Perserikatan Pegawai Pegadaian Bumiputera (PPPB) kepada CSI.[9] Setelah propagandanya gagal, ia pun kembali ke Markas CSI di Jogjakarta. Kelak dari kegagalannya inilah, pada akhirnya Tjokro mulai merubah pandangan persatuan nasionalismenya, menuju pandangan nasionalisme yang dibangun atas dasar Islam. Jika sebelumnya, Islam dipandang secara kurang serius, hanya berfungsi sebatas pemaknaan simbolik. Maka sesudahnya ia mulai merapatkan barisan nasionalisme, dengan menyatukan kelompok Islam terlebih dahulu.<b>Menuju Pemikiran Nasionalisme-Islam<br />
</b><br />
Selanjutnya, tepat ketika ia berumur 40 tahun, Tjokro mulai beralih kepada Islam dalam arti yang lebih serius. Pada September 1922, ia mulai menerbitkan artikel berseri “Islam dan Sosialisme” di Soeara Boemiputera dan mencoba mendasarkan pandangan sosialismenya pada Islam. Pada Kongres Al-Islam di Cirebon, 31 Oktober-2 November 1922, ia juga diangkat sebagai ketua kongres. Arti penting kongres ini, seperti dikatakan Agus Salim, yaitu untuk “mendorong persatuan segala golongan orang Islam di Hindia atau Orang Islam di seluruh dunia dan Bantu-membantu” dan melihat Kemal Attaturk sebagai pemimpin teladan yang bekerja demi persatuan Islam (baca, Pan Islamisme).</div>
<div align="justify"></div>
<div align="justify">Sebagai tokoh SI, ia kemudian melakukan tur propaganda ke pertemuan SI-SI local. Dalam pidatonya ia sudah melakukan pendikotomian antara Islam dan komunis. Baginya SI adalah berdasarkan Islam, dan karena kaum komunis itu Atheis (tidak bertuhan) maka komunisme tidak sesuai dengan SI.[10]  Sesudah kongres CSI di Madiun, 17-23 Februari 1923, Tjokro semakin mengecam kaum komunis. Bahkan ia juga akan membentuk SI dan PSI tandingan, ditempat-tempat dimana kaum komunis melakukan kontrol terhadap SI.[11] Dengan demikian, dimulailah suatu upaya disiplin partai, untuk membersihkan SI dari unsur komunis. Akibatnya kelompok SI pro-komunis, mengadakan kongres tandingan di Bandung dan Sukabumi pada Maret 1923. Dalam forum itu, Tjokro dikecam oleh HM Misbach, bahkan Tjokro dianggapnya sebagai racun karena dianggap melakukan pembohongan dengan dikotomi Islam-komunis. Misbach menuding bahwa Tjokro hendak menjadi raja dan juga mengungkit kembali skandal Tjokro yang pernah diungkap Dharsono. Secara substansial, Misbach juga menolak dikotomi Tjokro, baginya Islam dan komunis adalah sama, karena memperjuangkan sama rata-sama rasa.[12] Kecaman Misbach terhadap Tjokro, mendapat kecaman balik dari Sukarno, sehingga pada akhirnya Misbach-pun meminta maaf atas pidatonya yang menyinggung.</div>
<div align="justify"></div>
<div align="justify">Sambil merapatkan barisan Islam dalam SI, pada 1924 Tjokro kemudian mulai aktif dalam komite-komite pembahasan kekhalifahan yang dicetuskan pemimpin politik Wahabiah di Arabia, Ibnu Saud. Tentu saja, sikap Tjokro kali ini mendapat tantangan dari kelompok Islam-tradisional yang kemudian mendirikan NU.[13] Selanjutnya pecah pemberontakan PKI pada tahun 1925, yang kontra-produktif terhadap gelombang pasang pergerakan nasional. Hal ini juga menimpa kegiatan Tjokroaminoto dan PSI-nya.</div>
<div align="justify"></div>
<div align="justify">Pada 1928, kegiatan kaum pergerakan mulai mengarah kepada suatu persekutuan organisasi. Dalam hal ini, PSI masuk kedalam Permufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI), bersama dengan PNI dan organisasi-organisasi kedaerahan. Untuk mempertahankan PSI dari ancaman nasionalisme sekuler PNI, Tjokro juga mengingatkan anggotanya agar tidak masuk organisasi yang tidak berdasar agama.[14] Sentimen PSI yang menimbulkan serangan balik nasionalis-sekuler serta kecurigaan bahwa akan ada penguasaan atas PPKI yang dilakukan PNI atau PSI, menimbulkan hubungan yang kurang harmonis dalam PPPKI. Dalam posisi ini, Tjokro bertindak sebagai tokoh kompromi untuk menyelamatkan PSI. Namun, pada 1930, PSI yang mengubah nama menjadi PSII akhirnya keluar dari PPPKI.[15] Dalam kondisi pergerakan politik yang penuh kecurigaan ditambah lagi dengan pembatasan yang dilakukan pemerintahan kolonial, karir politik Tjokro pun berjalan meredup. Pada bulan Desember tahun 1934, Tjokroaminoto pun meninggal dunia pada usia 52 tahun.<br />
<b><br />
Pemikiran-pemikiran Tjokroaminoto</b>Sebenarnya, dalam paparan kehidupan Tjokro diatas, sudah menyiratkan sejauhmana Tjokro memikirkan nasionalisme dan Islam. Namun, penulis melihat ada dua perbedaan dalam diri Tjokro dalam menafsir dan memahami nasionalisme dan Islam. Dan perubahan hal ini terjadi ketika Tjokro berumur 40 tahun, yaitu pada 1922.  Penulis memberi istilah bagi masa sebelum dan sesudah Tjokro berumur 40 tahun dengan dikotomis “Tjokro Muda” dan “Tjokro Tua”. “Tjokro Muda” adalah Tjokro yang bersemangat, dan melihat Islam sebagai alat untuk memperjuangkan nasionalisme, memperjuangkan persatuan nasional. Sementara “Tjokro Tua” adalah Tjokro yang mulai berfikir secara dikotomis yaitu membedakan Islam dan komunisme sebagai bagian terpisah dalam menafsirkan nasionalisme. Dalam paruh “Tjokro Muda”, kita dapat menemui klaim kecenderungan Islam sebagai alat. Dalam sebuah pidatonya disebuah vargedering di Semarang, Tjokro bercerita mengenai maksud pendirian SI sebagai sebuah perkumpulan yang dipertalikan agama.  Lebih jauh ia mengungkapkan:“ Dengan alasan agama itu, kita akan berdaya upaya menjunjung martabat kita kaum bumi putera dengan jalan yang syah.  Menurut dalil dari kitab (kita lupa dalilnya dan namanya kitab tadi, red), orang pun mesti menurut pada pemerintahan rajanya. Siapakah sekarang yang memerintahkan pada kita, bumi putra? Ya, itulah kerajaan Belanda, oleh sebab itu menurut  syara agama islam juga, kita harus menurut kerajaan Belanda. Kita mesti menepi dengan baik-baik dan setia wet wet dan pengaturan belanda yang diadakan buat kerajaan belanda. “[16]Setelah itu ia berkata dengan nada lantang“ lantaran diantara bangsa kita banyaklah kaum yang memperhatikan  kepentingannya sendiri dengan menindas pada kaum yang bodoh. Maka kesatriaan kaum yang begitu sudah jadi hilang dan kesatriaannya sudah berbalik jadi penjilat pantat”[17]</p>
<p>Untuk mengejar ketertinggalan kaum bumi putera, Tjokro juga tidak lupa menuturkan cerita Subali dan Sugriwa yang mencari Cupu Manik Astragino.  Dalam cerita tersebut, digambarkan mengenai Subali dan Sugriwa yang siap mati untuk mendapatkan senjata itu. Tentu, penceritaan ini adalah sebuah ajakan simbolik, dengan menggunakan pendekatan “world view” masyarakat Jawa. Cupu diartikan sebagai adalah lambang kemajuan, sedang Subali dan Sugriwa adalah merujuk kepada kaum bumi putera yang sedang mengejar kemajuan, yang bersedia mengorbankan diri demi sebuah cita-cita.  Arti penting dari pemaparan ini menunjukkan beberapa hal. Pertama, kadar pemahaman Tjokro mengenai Islam tidaklah mendalam, cenderung biasa-biasa saja. Ia menjadikan Islam hanya sebatas klaim legitimasi, tetapi ia lupa mendasarkan klaimnya dari kitab apa, ayat apa. Kedua, terlihat watak sinkretis dalam pemahaman ke-Islaman Tjokro. Pada satu sisi ia mengambil pembenaran secara agama, tetapi pada sisi lain ia juga menyandarkan pada cerita wayang yang notabenenya bekas peninggalan budaya hinduisme-jawa yang membekas pada pemahaman golongan Islam abangan.[18]</p></div>
<div align="justify"></div>
<div align="justify">Pada perkembangan pemikiran Tjokro selanjutnya, tidak banyak berubah. Saat ia berpidato mengenai Islam, hal ini banyak ditujukan bagi symbol persatuan nasional.  Tjokro misalnya berpendapat bahwa solidaritas bumi putra dibangun atas nama Islam. Dan orang-orang diberitahu bahwa semua anggota SI bersaudara, terlepas dari umur, pangkat dan status.[19]  Pada Kongres CSI 1917 di Batavia, melihat tantangan radikalisme dari Semaun. Tjokro bahkan dengan berani mengatakan:Yang kita inginkan adalah: sama rasa, terlepas dari perbedaan agama. CSI ingin mengangkat persamaan semua ras di Hindia sedemikian rupa sehingga mencapai (tahap) pemerintahan sendiri. CSI menentang kapitalisme. CSI tidak akan mentolerir dominasi manusia terhadap manusia lainnya. CSI akan bekerjasama dengan saja yang mau bekerja untuk kepentingan ini.[20]Dengan demikian, apabila kita melihat pidato diatas, maka istilah “sama-rasa” secara awam merujuk kepada konsepsi pembentukan kelas khas Marxis. Entah, apakah disini kosa-kata ini muncul sebagai sesuatu konsep yang sadar, atau hanya bersifat reaktif terhadap Semaun yang saat itu semakin radikal.Memang, terdapat juga kecenderungan bahwa pada beberapa kesempatan, Tjokro mulai berfikir serius mengenai Islam. Misalnya, adalah kasus artikel “Djojodikoro” dalam Djawi Hiswara yang ditulis pada awal Januari 1918. Dalam artikel itu Martodharsono menulis  bahwa “Gusti Kandjeng Nabi Rasul minum A.V.H gin, minum opium dan kadang suka menghisap opium”. Artikel ini mendapat perhatian Tjokro untuk menunjukkan simpatinya terhadap Islam. Tjokro membalas artikel itu dengan tulisan tandingan, bahkan juga ia membentuk dan memimpin Tentara Kanjeng Nabi Muhammad (TKNM) di Surabaya untuk mempertahankan kehormatan Islam, Nabi dan kaum Muslim.[21] Namun terbukti kemudian, bahwa kerja-kerja Tjokro ini bukan hanya bertujuan membela Islam, tetapi juga sebagai alat atau upaya untuk memperluas jaringan politiknya. Hal ini terbukti dengan banyaknya berdiri cabang-cabang SI yang berjalan seiring dengan pendirian TKNM.Hal yang menandai perubahan dalam diri Tjokro, yang membuatnya lebih memikirkan Islam, adalah pada 1922.</div>
<div align="justify"> Ada dua hal yang kiranya dinilai penting atau bahkan memicu terjadinya perubahan dalam diri Tjokro. Pertama, sejak Agustus 1921 hingga April 1922, Tjokro berada dalam penjara. Keadaan ini, tentu saja dilihat Tjokro sebagai suatu proses simbolik untuk melakukan refleksi. Sangat mungkin juga, ada pemaknaan lain bahwa umur 40 tahun dalam penjara, adalah daulat akan keberadaannya sebagai pemimpin pergerakan, sama dengan umur Nabi Muhammad ketika diangkat menjadi utusan Allah. Kedua, Setelah keluar dari penjara, ia berusaha untuk kembali ke CSI dan menarik pengikut dari kaum buruh. Usahanya ini gagal! Tentunya, hal ini semakin menguatkan perspektif Tjokro bahwa untuk membangun nasionalisme dalam arti yang luas, tidak dapat dibangun dari sesuatu yang general. Nasionalisme harus dibangun atas dasar kesamaan, dan untuk itu diperlukan unsur pembeda guna membersihkannya dari unsur lain. Tjokro percaya hal itu adalah Islam.</div>
<div align="justify"></div>
<div align="justify">Pemahaman “baru” Tjokro mengenai Islam, secara substansial tampak dalam brosur “Sosialisme didalam Islam”. Brosur ini, selain sebagai hasil kerja pikiran Tjokro, juga sebuah pembentukan opini dan upaya untuk menarik mereka yang sudah teracuni komunis untuk kembali kepada SI.  Brosur tersebut berisikan beberapa hal pokok, yaitu perikemanusiaan sebagai dasar bangunan Islam, perdamaian, sosialisme dan persaudaraan. Islam sama dengan sosialisme karena tiga hal, yaitu unsur kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan. Dari segi isi, kelihatannya Tjokroaminoto sudah ingin memberi batasan antara Sosialisme Islam dan komunisme. Karena sosialisme Islam, menyandarkan kekuatannya kepada Allah.[22]</div>
<div align="justify"></div>
<div align="justify">Selanjutnya sebagai bukti kecenderungan pemahaman Islam sebagai sebuah ideology, juga diarahkan secara politik. Sejak 1922 hingga 1924, Tjokro bahkan aktif menjadi pemimpin dari kongres Al-Islam yang disponsori kaum modernis (diantaranya Agus Salim dan tokoh-tokoh Muhammadiyah dan Al-Irsyad). Selanjutnya Tjokro juga amat bersemangat dalam menanggapi isu kekhalifahahan yang digulirkan Ibnu Saud. Hal yang mengakibatkan ia di curigai berpaham Wahabiah, yang kelak menyingkirkan keberadaan empat mazhab yang berkembang di Indonesia (khususnya di Jawa). Jelas, dalam konteks ini ide-ide pan-Islamisme sudah membayang dalam pemikiran Tjokro.</div>
<div align="justify"></div>
<div align="justify">Pada akhirnya kecenderungan pan-Islamis semakin menguat dalam pemikiran Tjokro. Ketika muncul federasi PPPKI, PSI yang diketuai Tjokro sangat ingin muncul sebagai kekuatan yang menguasainya. Bahkan ia juga semakin keras berpidato mengenai dikotomi nasionalisme Islam dan sekuler. Kaum beragama, harus memilih organisasi yang didasarkan agama, tutur Tjokro. Arti dari gerakan Pan-Islamis Tjokro ini, menyiratkan bahwa setidaknya yang dibayangkan Tjokro adalah sebuah nasionalisme, sebuah kebangsaan yang didasarkan semangat persatuan nasib. Islam maupun sekuler, dalam dikotomi ini, di akui sebagai unsur yang sedang berjuang demi nasionalisme.<b>Catatan Penutup<br />
</b><br />
Setelah menelusuri kehidupan dan sedikit pemikiran Tjokro, kita akan mendapatkan kesimpulan singkat bahwa Tjokro berjuang bagi nasionalisme dan juga bagi Islam. Pemahaman Islam pada diri Tjokro, memang tidak terlalu mendalam, tetapi cukup besar diarahkannya bagi suatu praktik propaganda politik. Satu hal yang penting bagi Tjokro, ia berfikir reflektif sebagai respons atas pertautan zamannya. Islam ditemukannya sebagai suatu ideology, dari lorong sempit terali penjara dan juga dari kegagalannya membangun komunitas di Kedung Jati. Islam ditemukannya, setelah nama baiknya dihempaskan akibat skandalnya yang diungkap Dharsono.</div>
<div align="justify"></div>
<div align="justify">Setelah menemukan Islam, maka Tjokro memberi geist baru bagi Islam yaitu dengan sosialisme, yang coba digali dari dalam Al-Qur’an. Tampaknya, Tjokro sadar akan bahaya sosialisme yang dengan “keseksiannya” banyak menarik pengikut dari aktivis pergerakan. Jika Islam dimaknai secara pasif, bukan suatu unsur yang “seksi”, menarik dan berjuang bagi perubahan, maka langkah Islam tidak akan beranjak dari fungsi praktik ritual belaka. Bagi Tjokro, Islam adalah sesuatu yang harus diperjuangkan dan di persatukan, sebagai dasar kebangsaan yang dibangun dalam proses menuju<br />
Indonesia.</div>
<div align="justify"></div>
<div align="justify">Selain melihat Tjokro dari konteks ke-Indonesiaan, tipekal Tjokro adalah type-type manusia perubah. Ia identik dengan Al-Afghani, yang juga merupakan tokoh politik Pan-Islamisme. Tjokro dan Afghani, juga sama-sama menemui kegagalan dalam perjuangan Pan-Islamismenya. Namun, arti penting keduanya, bukan pada kemenangan atau kekalahan. Keduanya menjadi penting, karena menggulirkan sebuah momentum perubahan pemikiran dalam Islam. Keduanya juga menjadi ruh perjuangan bagi kepentingan Islam Politik. Al-Afghani memberi inspirasi kepada Abduh, Ridha dan juga Iqbal dalam praktik pergerakan Mesir dan Pakistan. Sedangkan Tjokro, justru lebih plural, karena inspirasinya mengalir bagi nasionalisme-Islam bahkan komunis.  Adapun kelompok Islam yang menjadikannya sebagai inspirasi adalah kaum modernis Masyumi, seperti Mohammad Natsir, Kasman, Prawoto dan tentu saja anak-anaknya, Anwar dan Harsono. Dengan demikian, Tjokro merupakan mitra dialog aktif bagi zamannya dan juga bagi zaman sesudahnya. Dan ruh Tjokro, masih akan terus “bergerak”, ketika Islam diartikulasikan sebagai penggerak yang aktif, tidak statis!<br />
<b><br />
Daftar Pustaka</b></div>
<p>Amelz, <i>H.O.S Tjokroaminoto: Hidup dan Perjuangannya, </i>Jakarta: Bulan Bintang, 1952.<br />
Brackman, Arnold. <i>Indonesian Communism, </i>(New York: Preager, 1963.<br />
Dengel, Holk. <i>Darul Islam dan Kartosuwiryo: Sebuah Angan-Angan yang Gagal</i>, Jakarta: Sinar  Harapan, 1997.<br />
Fealy, Greg. <i>Ijtihad Politik Ulama: Sejarah NU 1952-1967</i>, Yogyakarta: LkiS, 1998.<br />
Legge, J.D.  Sukarno, Biografi Politik, Jakarta: Sinar Harapan, 2000.<br />
Geertz, Clifford. <i>Santri, Abangan dan Priyayi, </i>Jakarta: PT Gramedia, 1982.<br />
Ingleson, John. <i>Jalan Ke Pengasingan: Pergerakan Nasionalis Indonesia 1927-1934, </i>Jakarta: LP3ES, 1988<br />
Mc.Vey, Ruth. The Rise of Indonesian Communism, Ithaca.NY: Cornell University Press, 1965.<br />
Shiraishi, Takashi. <i>Zaman Bergerak: Radikalisme Rakyat di Jawa 1912-1926, </i>Jakarta: Grafiti Press, 1997.<br />
Tjokroaminoto, HOS. <i>Sosialisme di dalam Islam, dikutip dari Islam, Sosialisme dan Komunisme </i>(editor: Herdi Sahrasad), Jakarta: Madani Press, 2000.</p>
<p><b>Catatan</b></p>
<p align="justify">[1] Paper ini disusun oleh Humaidi, peserta program Pasca-Sarjana departemen sejarah FIB-UI, pernah disajikan dalam diskusi sejarah Kelompok Kajian Sejarah UNJ, Februari 2005.</p>
<p align="justify">[2] Lebih lanjut mengenai pribadi Tjokro lihat Amelz, H.O.S Tjokroaminoto: Hidup dan Perjuangannya, (Jakarta: Bulan Bintang, 1952).</p>
<p>[3] J.D Legge, Sukarno, Biografi Politik, (Jakarta: Sinar Harapan, 2000). Dalam hal ini Sukarno menikahi Siti Utari, anak Tjokro yang saat itu masih berusia 15 tahun.<br />
[4] Holk Dengel, Darul Islam dan Kartosuwiryo: Sebuah Angan-Angan yang Gagal, (Jakarta: Sinar  Harapan, 1997), hal. 7-10.</p>
<p>[5]  Arnold Brackman, Indonesian Communism, (New York: Preager, 1963), hal.24.</p>
<p>[6] Takashi Shiraishi, Zaman Bergerak: Radikalisme Rakyat di Jawa 1912-1926, (Jakarta: Grafiti Press, 1997), hal.72.</p>
<p>[7]  Ibid., hal. 310-313. Dalam hal ini disebutkan, bahwa demi kepentingan CSI, masalah ini coba di petieskan. Nama baik Tjokro juga direhabilitasi.</p>
<p>[8]  Ibid., hal. 316.</p>
<p>[9]  Ibid., hal. 325.</p>
<p>[10]  Ruth Mc.Vey, The Rise of Indonesian Communism, (Ithaca.NY: Cornell University Press, 1965) hal. 141-142.</p>
<p>[11] Ibid., hal. 144-145. PSI (Partai Sarikat  Islam) dibentuk sebagai organ politik SI. Lama kelamaan justru peran SI digantikan PSI, yang kemudian juga berubah menjadi PSII.</p>
<p>[12] Takashi Shiraisi, Op., Cit, hal. 329.</p>
<p>[13] Menariknya, antara Tjokro dan Wahab Chasbullah (salah satu pendiri NU) pernah bersama-sama aktif dalam politik SI. Lihat Greg Fealy, Ijtihad Politik Ulama: Sejarah NU 1952-1967, (Yogyakarta: LkiS, 1998), hal.177.</p>
<p>[14] John Ingleson, Jalan Ke Pengasingan: Pergerakan Nasionalis<br />
Indonesia 1927-1934, (Jakarta: LP3ES, 1988), hal. 81.</p>
<p>[15] Ibid., hal 144.</p>
<p>[16]  Harian Sinar Djawa, 18 Maret 1914. Dikutip dari Takashi Shiraishi, Op.,Cit, hal. 80-81.</p>
<p>[17]  Ibid</p>
<p>[18] Istilah ini merujuk kepada trikotomis Clifford Geertz, dalam Santri, Abangan dan Priyayi, (Jakarta: PT Gramedia, 1982).</p>
<p>[19]  Takashi Shiraishi, Op., Cit, hal. 89.</p>
<p>[20]  Het S.I Congres.” De Indische Gids.40 (1918).hal.215-218, dikutip dari Takashi Shiraishi, Op., Cit., hal. 141</p>
<p>[21]  Ibid., hal. 144.</p>
<p>[22]  HOS Tjokroaminoto, Sosialisme di dalam Islam, dikutip dari Islam, Sosialisme dan Komunisme editor: Herdi Sahrasad, (<br />
Jakarta: Madani Press, 2000), hal. 1-20.<br />
<i><br />
</i><i>Sumber: History-Social-Culture (www.newhistorian.wordpress.com)</i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tjokroaminoto.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tjokroaminoto.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tjokroaminoto.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tjokroaminoto.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tjokroaminoto.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tjokroaminoto.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tjokroaminoto.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tjokroaminoto.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tjokroaminoto.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tjokroaminoto.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tjokroaminoto.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tjokroaminoto.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tjokroaminoto.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tjokroaminoto.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tjokroaminoto.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tjokroaminoto.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokroaminoto.wordpress.com&amp;blog=2558245&amp;post=16&amp;subd=tjokroaminoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tjokroaminoto.wordpress.com/2008/03/21/hos-tjokroaminoto-potret-pemikiran-nasionalisme-dan-agama-di-indonesia-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6a90be39a12048fad564851a13d5c28?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajidedim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SI DI BAWAH KEPEMPIMPINAN TJOKROAMINOTO</title>
		<link>http://tjokroaminoto.wordpress.com/2008/02/16/si-di-bawah-kepempimpinan-tjokroaminoto/</link>
		<comments>http://tjokroaminoto.wordpress.com/2008/02/16/si-di-bawah-kepempimpinan-tjokroaminoto/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Feb 2008 06:51:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajidedim</dc:creator>
				<category><![CDATA[cokroaminoto]]></category>
		<category><![CDATA[hos tjokroaminoto]]></category>
		<category><![CDATA[PSII]]></category>
		<category><![CDATA[sarekat islam]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[SI]]></category>
		<category><![CDATA[tjokroaminoto]]></category>
		<category><![CDATA[ucy]]></category>
		<category><![CDATA[universitas cokroaminoto yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[foto kongres Sarekat Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kongres SI]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah SI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tjokroaminoto.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Inilah karya politik terbesar &#8220;De Ongekroonde koning van Indie&#8221; (Raja Hindia tanpa Mahkota), &#8220;De aanstaande koning der Javanen&#8221; (Raja Jawa masa depan).<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokroaminoto.wordpress.com&amp;blog=2558245&amp;post=23&amp;subd=tjokroaminoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Inilah karya politik terbesar <font><font><i>&#8220;De Ongekroonde koning van Indie&#8221;</i> (Raja Hindia tanpa Mahkota)<i>, &#8220;De aanstaande koning der Javanen&#8221;</i> (Raja Jawa masa depan).</font></font></p>
<div><embed src='http://widget-d9.slide.com/widgets/slideticker.swf' type='application/x-shockwave-flash' quality='high' scale='noscale' salign='l' wmode='transparent' flashvars='site=widget-d9.slide.com&channel=936748722506723289&cy=wp&il=1' width='426' height='320' name='flashticker' align='middle' /><div style='width: 426px;text-align:left;'><a href='http://www.slide.com/pivot?ad=0&tt=0&sk=0&cy=wp&th=0&id=936748722506723289&map=1' target='_blank'><img src='http://widget-d9.slide.com/p1/936748722506723289/wp_t000_v000_a000_f00/images/xslide1.gif' border='0' ismap='ismap' /></a> <a href='http://www.slide.com/pivot?ad=0&tt=0&sk=0&cy=wp&th=0&id=936748722506723289&map=2' target='_blank'><img src='http://widget-d9.slide.com/p2/936748722506723289/wp_t000_v000_a000_f00/images/xslide2.gif' border='0' ismap='ismap' /></a></div></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tjokroaminoto.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tjokroaminoto.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tjokroaminoto.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tjokroaminoto.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tjokroaminoto.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tjokroaminoto.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tjokroaminoto.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tjokroaminoto.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tjokroaminoto.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tjokroaminoto.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tjokroaminoto.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tjokroaminoto.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tjokroaminoto.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tjokroaminoto.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tjokroaminoto.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tjokroaminoto.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokroaminoto.wordpress.com&amp;blog=2558245&amp;post=23&amp;subd=tjokroaminoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tjokroaminoto.wordpress.com/2008/02/16/si-di-bawah-kepempimpinan-tjokroaminoto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6a90be39a12048fad564851a13d5c28?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajidedim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERJALANAN SEJARAH HOS TJOKROAMINOTO</title>
		<link>http://tjokroaminoto.wordpress.com/2008/01/26/perjalanan-sejarah-hos-tjokroaminoto/</link>
		<comments>http://tjokroaminoto.wordpress.com/2008/01/26/perjalanan-sejarah-hos-tjokroaminoto/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2008 10:00:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajidedim</dc:creator>
				<category><![CDATA[cokroaminoto]]></category>
		<category><![CDATA[hos tjokroaminoto]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[PSII]]></category>
		<category><![CDATA[sarekat islam]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[SI]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[tjokroaminoto]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan tjokroaminoto]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tjokroaminoto.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Disadur dari http://azzahraku.multiply.com Terima kasih atas partisipasi source-nya di blog http://tjokroaminoto.wordpress.com Tjokroaminoto adalah anak kedua dari 12 bersaudara. Ayahnya bernama R.M. Tjokroamiseno, salah seorang pejabat pemerintahan pada saat itu. Kakeknya, R.M. Adipati Tjokronegoro, pernah juga menjabat sebagai bupati Ponorogo. H.U.S Cokroaminoto, dilahirkan didesa Bakur, daerah Madiun pada tanggal, 20 Mei 1883. Tepat pada waktu Gunung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokroaminoto.wordpress.com&amp;blog=2558245&amp;post=14&amp;subd=tjokroaminoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Disadur dari <a href="http://azzahraku.multiply.com/">http://azzahraku.multiply.com</a><br />
Terima kasih atas partisipasi source-nya di blog http://tjokroaminoto.wordpress.com<span id="more-14"></span></p>
<p>Tjokroaminoto adalah anak kedua dari 12 bersaudara. Ayahnya bernama R.M. Tjokroamiseno, salah seorang pejabat pemerintahan pada saat itu. Kakeknya, R.M. Adipati Tjokronegoro, pernah juga menjabat sebagai bupati Ponorogo.</p>
<p>H.U.S Cokroaminoto, dilahirkan didesa Bakur, daerah Madiun pada tanggal, 20 Mei 1883. Tepat pada waktu Gunung Krakatau meletus. Tamat sekolah rendah ia meneruskan pelajarannya ke OSVIA Magelang, tamat pada tahun 1902 dan menjadi juru tulis sampai 1095. Antara tahun 1907 – 1910 bekerja pada Firma Coy &amp; CO di Surabaya, disamping meneruskan pada Burgelijek Avondschool bagian mesin. Bekerja sebagai masinis pembantu, kemudian ditempatkan dibagian kimia pada pabrik gula di kota tersebut ( 1911 – 1912 ) dengan lahirnya serikat Islam pada tahun 1912, mulailah Cokroaminoto membuat cariere. Rencananya Serikat Dagang Islam H Samanhudi, didirikan pada tahun 1909 dan hanya terbatas dalam lapangan perdagangan, setelah dilebur menjadi S.I diperluas dengan politik, ekonomi, Sosila dan Agama.</p>
<p>Dalam konggres selama 1913 – 1916 tampaklah kemana S.I dibawa Cokroaminoto, dalam kongres Surabaya 1913 ia dipilih sebagai ketua Pedoman Besar, meskipun pada waktu itu belum ada organisasi pusatnya. Dalam kongres Bandung dinyatakan, bahwa untuk mencapai kemerdekaan ditempuh jalan revolusi, sementara kemudian dalam Kongres Batavia keluar dengan keputusan yang lebih tegas, jalan parlemen atau revolusioner. Sifat nasional-islam-revolusioner itu, lebih jelas lagi tampak, waktu Central Sarikat Islam 1916 menyatakan akan berjuang melawan kapitalisme, sebagai yang pada program perjuangan kongres nasional 1817.</p>
<p>Dengan adanya Volksraad, terbentuk politik Comite guna penyusunan calon-calon. Cokroaminoto menjadi anggota angkatan pemerintah, sementara Abdul Muis dipilih. Dalam Kongres Yogyakarta tahun 1921, terang-terangan S.I pecah dua, pihak Cokroaminoto dengan semi-nasional dan sosialis dan pihak Semaun , 100% revolusioner, yang sejak beberapa waktu beberapa waktu dengan cara celvorming memasuki S.I.</p>
<p>Dalam tahun 1922 keinginannya menjadi kebenaran dengandiadakannya kongres Al Islam Hindia. Dalam tahun 1924 S.I, direorganisasi dan menjadi Partai Serikat Islam Indonesia ( PSII ). Sebagai pemimpin lebih kuat H.A Salim tampil kemuka dari Cokroaminoto. Dalam tahun 1926 ia dan K.H.M Mansur diutus oleh kongres Al-Islam V ke kongres Alam Islami di Mekkah, Pada waktu inilah ia menunaikan rukun yang kelima. Dalam tahun 1933 timbul perpecahan yang kedua, Dr Sukiman dan Suryopranoto dirojeer dan mendirikan Partai Islam Indonesia ( PARII ). Kemudian disusul pula dengan perpecahan dengan kartosuwiryo dan akhirnya dengan H.A Salim yang mendirikan Penyadar pada tanggal, 17 Desember 1934, ia meninggal di Yogyakarta.</p>
<p>Sebagai salah satu pelopor pergerakan nasional, beliau mempunyai 3 murid yang yang selanjutnya memberikan warna bagi sejarah pergerakan Indonesia, yaitu Semaun yang sosialis, Soekarno yang nasionalis, dan Kartosuwiryo yang agamis.</p>
<p>Pada bulan Mei 1912, Tjokroaminoto bergabung dengan organisasi Sarekat Islam.</p>
<p>Beliau dimakamkan di TMP Pekuncen, Yogyakarta.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tjokroaminoto.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tjokroaminoto.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tjokroaminoto.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tjokroaminoto.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tjokroaminoto.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tjokroaminoto.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tjokroaminoto.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tjokroaminoto.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tjokroaminoto.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tjokroaminoto.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tjokroaminoto.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tjokroaminoto.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tjokroaminoto.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tjokroaminoto.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tjokroaminoto.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tjokroaminoto.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokroaminoto.wordpress.com&amp;blog=2558245&amp;post=14&amp;subd=tjokroaminoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tjokroaminoto.wordpress.com/2008/01/26/perjalanan-sejarah-hos-tjokroaminoto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6a90be39a12048fad564851a13d5c28?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajidedim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KONTRIBUSI TULISAN</title>
		<link>http://tjokroaminoto.wordpress.com/2008/01/19/kontribusi-tulisan/</link>
		<comments>http://tjokroaminoto.wordpress.com/2008/01/19/kontribusi-tulisan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jan 2008 04:50:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajidedim</dc:creator>
				<category><![CDATA[hos tjokroaminoto]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[PSII]]></category>
		<category><![CDATA[sarekat islam]]></category>
		<category><![CDATA[SI]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[tjokroaminoto]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[kontribusi tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tjokroaminoto.wordpress.com/2008/01/19/kontribusi-tulisan/</guid>
		<description><![CDATA[Rekan-rekan sekalian, kami membuka kesempatan untuk berkontribusi tulisan mengenai HOS Tjokroaminoto. Tema tidak dibatasi, baik sejarah, politik, sosial, pergerakan, analisis, dan lainnya, asal berkenaan dengan pemikiran maupun sepak terjang beliau sebagai pejuang Islam. Silakan kirim komentar di sini untuk meninggalkan alamat email. Atau langsung kirimkan tulisan anda ke ajidedim@gmail.com. Insya Allah akan kami publish di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokroaminoto.wordpress.com&amp;blog=2558245&amp;post=12&amp;subd=tjokroaminoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><a href="http://tjokroaminoto.files.wordpress.com/2008/01/tjokro-bw.jpg" title="tjokro-bw.jpg"><img src="http://tjokroaminoto.files.wordpress.com/2008/01/tjokro-bw.jpg?w=500" alt="tjokro-bw.jpg" /></a></p>
<p>Rekan-rekan sekalian, kami membuka kesempatan untuk berkontribusi tulisan mengenai HOS Tjokroaminoto. Tema tidak dibatasi, baik sejarah, politik, sosial, pergerakan, analisis, dan lainnya, asal berkenaan dengan pemikiran maupun sepak terjang beliau <b>sebagai pejuang Islam</b>. Silakan kirim komentar di sini untuk meninggalkan alamat email. Atau langsung kirimkan tulisan anda ke ajidedim@gmail.com. Insya Allah akan kami publish di blog ini lengkap dengan identitas anda.</p>
<p>Ditunggu ya&#8230;</p>
<p>Wassalam&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tjokroaminoto.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tjokroaminoto.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tjokroaminoto.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tjokroaminoto.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tjokroaminoto.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tjokroaminoto.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tjokroaminoto.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tjokroaminoto.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tjokroaminoto.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tjokroaminoto.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tjokroaminoto.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tjokroaminoto.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tjokroaminoto.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tjokroaminoto.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tjokroaminoto.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tjokroaminoto.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokroaminoto.wordpress.com&amp;blog=2558245&amp;post=12&amp;subd=tjokroaminoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tjokroaminoto.wordpress.com/2008/01/19/kontribusi-tulisan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6a90be39a12048fad564851a13d5c28?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajidedim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tjokroaminoto.files.wordpress.com/2008/01/tjokro-bw.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tjokro-bw.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
