BAKUR: SITUS KELAHIRAN PAK COKRO

Sabtu lalu, tanggal 12 Juli 2008 saya mendapat hadiah unik  dari mahasiswa FIA Universitas Brawijaya (yang kebetulan sedang melakukan penelitian tentang analisis jabatan organisasi di tempat saya bekerja) berupa foto-foto “kemungkinan” situs kelahiran HOS. Tjokroaminoto (Pak Cokro). Mahasiswa itu aslinya juga dari Bakur, Madiun. Menurutnya, masyarakat Bakur percaya bahwa tempat yang sekarang berdiri masjid dan KUA merupakan kelahiran Pak Cokro. Meskipun, menurut mahasiswa itu masyarakat sudah banyak yang tidak tahu bahwa di sana adalah tempat kelahiran tokoh besar Indonesia. Hanya beberapa orang saja, terutama orang tua, yang tau riwayat tempat tersebut. Kalaupun tahu, ya  hanya “kemungkinan”. Ironis memang. Tapi tak apalah. Suatu saat saya perlu berkunjung ke sana sendiri dan mencoba menelusuri dari catatan-catatan sejarah, agar pada akhirnya jelas di mana letak tempat beliau dilahirkan secara pasti. Menurut salah satu informasi yang saya dapatkan dari buku Sejarah Sarekat Islam dan Pendidikan Bangsa, karangan Drs. Mansur, MA. (Penerbit Pustaka Pelajar, 2004; halaman 13) Pak Cokro lahir di Bakur, Madiun, Jawa Timur tahun 1882.

Berikut saya tampilkan beberapa foto tersebut:

PENELEH VII No 29-31 SURABAYA: RUMAH PERJUANGAN

Menarik sekali berita di Kompas hari ini, 14 April 2008, mengenai rumah Pak Tjokro di Peneleh VII/29-31. Beberapa tahun lalu saya juga pernah mampir ke rumah itu. Rumah itu memang bisa jadi simbol kebangkitan nasional. Rumah Pak Tjokro dapat dikatakan sebagai salah satu simbol Kebangkitan Nasional, karena memang di situlah pada tahun 1912, terjadinya perubahan Sarekat Dagang Islam menjadi Partai Sarekat Islam yang dimotori Pak Tjokro. Rumah itu juga merupakan salah satu tempat Pak Tjokro melakukan perkaderan, untuk menggodok putra terbaik bangsa, Soekarno. Di bawah ini foto rumah Pak Tjokro yang saya ambil dari Koran Kompas:

 

rumah pak tjokro

Rumah tersebut sekarang telah menjadi situs sejarah nasional, meski keinginan para ahli waris Pak Tjokro belum terealisasi, yaitu agar menjadi Museum Kebangkitan Nasional. Lebih menarik lagi sebenarnya adalah keinginan dari para ahli waris untuk mengembangkan rumah tersebut menjadi Perpustakaan. Ide yang brilian itu. Siapa yang mau mendukung? :D  

Menurut Kompas, inisiatif dari keluarga Pak Tjokro agar rumah tersebut dijadikan Museum tampaknya ditanggapi baik oleh Pemkot Surabaya. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Surabaya, Suhartojo, mengungkapkan bahwa pihaknya sepakat untuk menjadikan rumah tersebut sebagai museum. Semoga hal itu segera terwujud ya? Hehehehe…mumpung mau 100 tahun Kebangkitan Nasional ni…

Kritik buat Kompas, kenapa quotation di awal tulisan itu yang katanya sebagai latar belakang Piagam Penghargaan yang diberikan oleh Kelompok Pekerja Sejarah dan SUrabaya Heritage kepada ahli waris Pak Tjokro, sepertinya kasar banget, ya baik sih menunjukkan simbol budaya suroboyoan, tapi itu kan tidak mencerminkan dan menghormati Pak Tjokro sebagai pahlawan nasional. Ya mestinya ada komentar juga yang membangun, bahwa quotation seperti itu perlu diperbaiki, Mohon dalam pemberitaan lainnya nanti juga berhati-hati dalam memberi quotation. Agar tidak jadi stigma yang jelek bagi rumah kebangkitan nasional ya…

DUA PRINSIP UTAMA TJOKROAMINOTO

Dua Prinsip Utama Islam menurut HOS Tjokroaminoto adalah Kedermawanan Islami dan Persaudaraan Islam (Tjokroaminoto 1950, 28-32).

1. PRINSIP KEDERMAWANAN ISLAMI

Prinsip Kedermawanan Islami sebagai prinsip bukanlah melakukan sedekah sebagai kebajikan semata, tetapi sedekah adalah kewajiban untuk meraih cinta Allah. Kedermawanan untuk meraih cinta Allah akan berdampak pada tiga hal. Pertama, menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi untuk mencapai Keridhaan Allah. Kedua, zakat sebagai dasar bagi distribusi dan pemerataan kekayaan untuk seluruh masyarakat. Ketiga, kemiskinan dunia bukanlah kehinaan, tetapi kejahatan dunia adalah kehinaan.

2. PRINSIP PERSAUDARAAN ISLAM

Prinsip kedua, yaitu Persaudaraan Islam, menekankan persaudaraan yang dibangun bukan dibangun berdasarkan pada suku, warna kulit, ras, kekayaan atau lainnya, tetapi berdasar pada ketakwaan.

BAPAK POLITIK UMAT NUSANTARA

September 23, 2007

Oleh: Jemaridewa

HADJI OEMAR SAID (HOS) Tjokroaminoto adalah pemimpin besar Sarekat Islam (SI) yang paling terkemuka. Sebagai seorang pejuang pergerakan yang memegang tampuk kepemimpinan Central Sarekat Islam (CSI), Tjokroaminoto sangat antipati terhadap semua bentuk penindasan dan ketidakadilan. Kebencian Pak Tjokro, sapaan akrabnya, terhadap kapitalisme itu diwujudkan dalam bentuk pernyataan dan perbuatan nyata, baik dalam kapasitasnya sebagai pejuang, pemimpin CSI, seniman, bahkan sebagai orang biasa sekalipun… Continue reading ‘BAPAK POLITIK UMAT NUSANTARA’

H.O.S Tjokroaminoto: Potret Pemikiran Nasionalisme dan Agama di Indonesia [1]

H.O.S Tjokroaminoto:
Potret Pemikiran Nasionalisme dan Agama di Indonesia [1]
Oleh Didi
Catatan Pengantar dalam Kontruksi Sejarah
Di Indonesia, perdebatan antara kelompok nasionalis sekuler dengan nasionalis-agama tidak pernah selesai. Keduanya terus bertarung memperebutkan hegemoni dalam kekuasaan. Continue reading ‘H.O.S Tjokroaminoto: Potret Pemikiran Nasionalisme dan Agama di Indonesia [1]‘

SI DI BAWAH KEPEMPIMPINAN TJOKROAMINOTO

Inilah karya politik terbesar “De Ongekroonde koning van Indie” (Raja Hindia tanpa Mahkota), “De aanstaande koning der Javanen” (Raja Jawa masa depan).

PERJALANAN SEJARAH HOS TJOKROAMINOTO

Disadur dari http://azzahraku.multiply.com
Terima kasih atas partisipasi source-nya di blog http://tjokroaminoto.wordpress.com Continue reading ‘PERJALANAN SEJARAH HOS TJOKROAMINOTO’

KONTRIBUSI TULISAN

tjokro-bw.jpg

Rekan-rekan sekalian, kami membuka kesempatan untuk berkontribusi tulisan mengenai HOS Tjokroaminoto. Tema tidak dibatasi, baik sejarah, politik, sosial, pergerakan, analisis, dan lainnya, asal berkenaan dengan pemikiran maupun sepak terjang beliau sebagai pejuang Islam. Silakan kirim komentar di sini untuk meninggalkan alamat email. Atau langsung kirimkan tulisan anda ke ajidedim@gmail.com. Insya Allah akan kami publish di blog ini lengkap dengan identitas anda.

Ditunggu ya…

Wassalam…

ISLAMISASI ILMU ALA HOS TJOKROAMINOTO

Oleh: Aji Dedi Mulawarman

tjokro1

1. PENDAHULUAN

Segala puji hanya untuk Allah SWT. Salawat serta salam semoga tercurah kepada Muhammad saw., keluarga serta pengikutnya yang setia. Rujukan Islamisasi Ilmu biasanya berpusat pada dua tokoh utama, yaitu Ismail Raji Al Faruqi dan Syed Muhammad Naquib Al-Attas tahun 1984-1985. Pemikiran Faruqi dan Al Attas tentang Islamisasi Ilmu diilhami oleh Muhammad Abduh dan lebih menajam pada sosok Muhammad Iqbal tahun 1928 yang menggagas rekonstruksi pemikiran Islam di awal abad XX. Continue reading ‘ISLAMISASI ILMU ALA HOS TJOKROAMINOTO’

EKONOMI ISLAM DALAM BINGKAI PEMIKIRAN HOS TJOKROAMINOTO

Oleh: Aji Dedi Mulawarman

Orasi Ilmiah disampaikan pada Acara Wisuda Sarjana Universitas Cokroaminoto Yogyakarta
tanggal 12 September 2007, di Auditorium RRI, Jogjakarta
Continue reading ‘EKONOMI ISLAM DALAM BINGKAI PEMIKIRAN HOS TJOKROAMINOTO’

Next Page »